Peristiwa

3 Jam Terombang-ambing di Laut, 6 Kru Kapal Selamat usai Berenang ke Pantai Sakera

Para kru kapal yang berhasil selamat setelah kapalnya tenggelam di perairan Sebong, Bintan pada Jumat (6/12) sekitar pukul 00.00 WIB. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Kapal KM Berkat Jaya 2 tenggelam usai dihantam ombak setinggi 5 meter di perairan Sebong, Bintan pada Jumat (6/12) sekitar pukul 00.00 WIB.

3 jam terombang-ambing di laut, 6 kru kapal selamat setelah berenang ke pantai.

6 kru kapal terdiri dari kapten kapal bernama Marwin, 40, dan anak buah kapal masing-masing bernama Yunus, Wayan, Sahrul, Fauzi, dan Rustam.

Marwin menceritakan pada Kamis (5/12) sekitar pukul 20.00 WIB mereka bertolak dari Selat Nenek, Galang, Batam dengan tujuan ke perairan Berakit.

“Kita ingin pasang bubu di perairan Berakit,” kata ia ditemui di markas Satpolair Polres Bintan di Tanjunguban, Jumat (6/12) sekitar pukul 05.30 WIB.

4 jam pelayaran, tiba-tiba ombak setinggi 5 meter menghantam bagian haluan kapal.

“Haluan kapal pecah, kapal tenggelam, “ujarnya.

Karena sudah terbiasa melakukan aktivitas pekerjaan di laut, ia mengaku tidak panik. Dia dan ABK memakai life jacket, bahkan mereka sempat menghubungi keluarganya di Selat Nenek untuk meminta bantuan.

“Kami beritahu kalau kapal sudah tenggelam dan meminta keluarga menghubungi SAR dan Polair,” paparnya.

3 jam terombang-ambing di laut, dia mengaku mereka berenang sampai ke pesisir pantai.

“Kami terdampar di pantai Sakera,” katanya.

Kasat Polair Polres Bintan AKP Suardi mengatakan, pihaknya menerima informasi dari warga Selar Nenek bahwa ada kapal tenggelam.

“Kita langsung berkordinasi dengan SAR dan Ditpolair Polda Kepri,” imbuhnya.

Setelah itu, mereka berusaha mencari ke laut. Akan tetapi melihat cuaca yang kurang bersahabat, akhirnya mereka mencari melalui jalur darat dan berkordinasi dengan masyarakat nelayan di Kampung Sakera.

“Pas tau ada yang terdampar dari kapal yang tenggelam di Pantai Sakera, lalu kami bawa mereka ke kantor,” sebutnya.

Di kantor Satpolair Polres Bintan, kata ia, keenamnya telah dimintai keterangan. “Tinggal dijemput keluarganya saja, sudah kami hubungi ke keluarganya,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar mewaspadai cuaca yang buruk mengingat sudah memasuki musim angin utara.

“Jangan dipaksakan berlayar kalau angin kencang dan gelombang tinggi,” tutupnya. (met)