Peristiwa

Kerangka dan Tulang Manusia Ditemukan di Pantai Pengudang, Bintan

Kerangka dan tulang manusia ditemukan di tepi Pantai Keramat, Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan pada Kamis (5/12) sekitar pukul 13.00 WIB, dibawa ke rumah sakit di Tanjungpinang. F.Polsek Bintan Utara untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Warga Desa Pengudang digegerkan penemuan kerangka dan tulang manusia di tepi Pantai Keramat, Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Bintan pada Kamis (5/12) sekitar pukul 13.00 WIB.

Hingga saat ini, identitas mayat mister x belum diketahui, namun diduga mayat mister x berjenis kelamin laki-laki.

Saat ditemukan mayat mister x terdampar di pantai yang banyak bebatuan dan sampah yang hanyut ke pinggir pantai.

Ketika pertama kali ditemukan, mayat mister x masih menggunakan celana panjang jeans warna biru dongker merk Lee dengan ukuran 31. Tali pinggang kulit warna hitam tanpa merek juga ditemukan di lokasi.

Kejadian ini kali pertama ditemukan oleh nelayan bernama Syamsuddin, 40. Saat itu, dia yang sedang tidak melaut karena angin musim utara mencari rongsokan di tepi pantai.

Melihat ada sepasang celana jeans yang masih ada ikat pinggangnya membuat dia terkejut.

Ketika didekati, ia melihat seperti potongan tulang belulang manusia dengan posisi terselip di bebatuan pinggir pantai tersebut.

Kejadian itu segera ia laporkan ke perangkat desa.

Kapolsek Bintan Utara Kompol Arbaridi Jumhur mengatakan, usai menemukan kerangka dan tulang manusia, nelayan bernama Syamsudin langsung melaporkan ke perangkat desa dan aparat kepolisian.

“Kita langsung meluncur ke TKP,” ujarnya.

Di lokasi, ia menduga bahwa kerangka dan tulang yang ditemukan nelayan ialah kerangka manusia.

“Langsung kita bawa puskesmas Berakit untuk diperiksa, “paparnya.

Hasil pemeriksaan dilakukan tim medis puskesmas tersebut terhadap kerangka dan tulang manusia, ia menyebut, dua tulang pinggul masih utuh, tulang belakang sudah tidak ada, tulang paha kanan kiri utuh, tulang tibia kanan kiri utuh dan tulang betis tidak ada serta daging paha kanan kiri sudah tidak utuh.

Terkait temuan ini, pihak kepolisian telah berkordinasi dengan perangkat desa.

“Kita berkordinasi ke desa mana tau ada warga yang hilang,” imbuhnya.

Selanjutnya, kerangka dan tulang manusia dibawa ke rumah sakit di Tanjungpinang. (met)