Peristiwa

Selain Banjir Bah, Puluhan Rumah di Tambelan Terkena Tanah Longsor

Anggota Polsek Tambelan membantu warga memindahkan barangnya saat banjir bah dan tanah longsor pada Kamis (5/12). F.Polsek Tambelan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Selain banjir bah yang melanda tiga desa di Kecamatan Tambelan, Bintan, puluhan rumah di sana terkena musibah tanah longsor pada Kamis (5/12) sekitar pukul 09.45 WIB.

Sebagaimana diketahui, Kamis (5/12) sekitar pukul 09.45 WIB dilanda banjir bah usai hujan yang turun selama hari.

Selain itu, air laut yang tinggi membuat luapan air sungai tumpah ke rumah-rumah warga. Dilaporkan saat itu, sekitar 42 unit rumah terkena banjir bah selain sekolah dasar dan kantor KUA Tambelan.

Saat itu juga puluhan rumah di Kecamatan Tambelan juga terkena tanah longsor.

Kapolsek Tambelan Ipda Misyamsu Alson mengatakan, selain banjir bah, ada puluhan rumah yang terkena tanah longsor.

Lokasi tanah longsor diantaranya terjadi di Kelurahan Teluk Sekuni dan Desa Batu Lepuk dan Desa Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan.

“Rata-rata mengenai belakang rumah warga,” ujarnya.

Seperti di belakang rumah warga bernama Hendri Sanusi mengakibatkan dinding belakang rumahnya jebol.

Kemudian di belakang rumah warga bernama Johan, dimana tanah longsor menutupi jalan raya.

“Kalau di rumah ibu Rosmiati dan Pak Hendi dimana air tanah masuk ke rumah,” katanya.

Selain rumah warga, sarana publik juga terkena bencana tanah longsor. Di antaranya, belakang bekas Surau Al Falahuddin dan belakang TPA di RT 002 RW 001 Kelurahan Teluk Sekuni.

Sedangkan di Desa Lepuk, selain rumah warga ada belakang kantor lama Desa Batu Lepuk, yang mengakibatkan tanah menutupi jalan raya.

Di Desa Kampung Hilir, tanah longsor mengakibatkan tanah samping kebun PKK Desa Kampung Hilir di RT 005 RW 002 yang mengakibatkan Gudang Mesin Lampu milik warga bernama Edy Mulyadi tertimbun Tanah.

Ia mengatakan, pasca kejadian itu, pihaknya membantu warga memindahkan barang dan membantu masyarakat membuka jalan raya yang tertimbun tanah.

Saat itu, ia mengimbau warga yang tinggal di tebing gunung supaya mengungsi. (met)