Peristiwa

Penyaluran Bantuan ke Tambelan Terkendala Cuaca Buruk

Aparat dari Polsek Tambelan dan TNI serta pemerintah setempat dan warga Tambelan membersihkan puing sisa banjir dan longsor di Tambelan, Sabtu (7/12). F.Polsek Tambelan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Hingga Minggu (8/12) siang, penyaluran bantuan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tambelan masih terkendala cuaca buruk.

Bahkan kapal Sabuk Nusantara 80 melayani rute ke Tambelan masih tertahan di perairan Anambas dikarenakan gelombang tinggi.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan mencatat jumlah korban terkena dampak banjir dan tanah longsor mencapai sekitar 341 jiwa dan 42 rumah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Naharuddin mengatakan, pihaknya merencanakan penyaluran bantuan bagi korban bencana banjir dan tanah longsor pada 12 Desember mendatang.

Sejauh ini, BPBD Bintan masih berkordinasi dengan Syahbandar dan Pelni mengingat cuaca buruk masih melanda perairan Bintan.

BPBD Bintan menurut rencana akan segera menyalurkan bantuan diantaranya 1.000 ton beras yang akan dikirim tahap pertama, 500 selimut, ratusan makanan siap saji, obat-obatan dan perlengkapan yang dibutuhkan lain akan segera disalurkan.

Sementara Kapolsek Tambelan Ipda Missyamsu Alson mengatakan, penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terkena dampak banjir dan tanah longsor di Tambelan masih terkendala cuaca buruk.

“Kalau lewat Kijang dengan kapal Sabuk Nusantara 80 masih tertunda karena kapal masih di perairan Anambas terkendala cuaca buruk,” ujarnya.

Namun, masih kata ia, jika menggunakan kapal Sabuk Nusantara 48, bisa disalurkan lebih cepat karena ada kemungkinan berlayar pada tanggal 10 Desember mendatang.

Hanya persoalannya, kapal Sabuk Nusantara 48 berangkat dari Tanjungpinang.

“Kalau lewat Tanjungpinang, persoalannya tidak bisa memuat barang segitu banyak. Apalagi sekarang musim hujan, bisa rusak beras bantuannya,” jelasnya.

Oleh karena itu, kata ia, saat ini pihaknya sedang berkordinasi dengan Dishub Kepri dan KSOP Kijang serta Pelni.

Ia berharap ada solusi cepat agar bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di Tambelan bisa segera disalurkan.

Diberitakan sebelumnya, banjir bah melanda sejumlah desa di Kecamatan Tambelan setelah air sungai di sana meluap. Setidaknya 42 unit rumah, kantor KUA dan sekolah diterjang air banjir bah. Bahkan puluhan rumah juga terkena dampak tanah longsor.

Sabtu (7/12), anggota polisi dan TNI serta pemerintah setempat telah melakukan aksi bersih-bersih di lokasi yang terkena dampak banjir dan tanah longsor. Mereka membersihkan puing-puing sisa banjir dan tanah longsor dan membuka akses jalan yang tertutup tanah akibat banjir dan tanah longsor. (met)