Peristiwa

Jalan Permaisuri – Tanjunguban Langganan Banjir saat Hujan

Dinas Terkait Diharapkan Bangun Saluran Air

Jalan Permaisuri tepatnya di jalan dekat Simpang Lampu Merah, Taman Makam Pahlawan sampai jalan ke arah Simpang Lampu Merah dekat SD 003 dan 004 Tanjunguban tergenang air banjir, Selasa (10/12). F.Lantas Polres Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Jalan raya Permaisuri tepatnya di jalan dekat Simpang Lampu Merah, Taman Makam Pahlawan sampai jalan ke arah Simpang Lampu Merah dekat SD 003 dan 004 Tanjunguban sudah menjadi langganan banjir.

Tiap kali hujan, jalan tersebut selalu digenangi air. Hal ini disebabkan tidak adanya saluran air atau selokan di jalan tersebut.

Seperti hujan deras disertai angin kencang yang melanda Tanjunguban dan sekitarnya pada Selasa (10/12) membuat jalan raya Permaisuri, Tanjunguban kembali terendam air hujan.

Kasat Lantas Polres Bintan AKP Rendi Johan Prasetyo mengatakan, pihaknya bersama Lurah setempat dan sejumlah warga sudah turun ke lokasi jalan Permaisuri yang tergenang air.

Usai meninjau ke lokasi, ia menyimpulkan banjir yang terjadi di jalan Permsuri disebabkan tak ada selokan.

“Harus ada selokan yang layak untuk menampung dan mengaliri air hujan, “ujarnya.

Selain itu, menurut ia, permukaan jalan yang sering tergenang air lebih rendah dari permukaan jalan lain.

Jalan Permaisuri tepatnya di jalan dekat Simpang Lampu Merah, Taman Makam Pahlawan sampai jalan ke arah Simpang Lampu Merah dekat SD 003 dan 004 Tanjunguban tergenang air banjir, Selasa (10/12). F.Lantas Polres Bintan untuk Batam Pos.

“Lokasi jalan turunan, sehingga posisinya terendah dari tanjakan,” katanya.

Dikatakannya juga, arus kendaraan yang melewati jalan juga melambat karena kondisi jalan tergenang air.

“Ya berpotensi terjadinya laka lantas juga, “jelasnya.

Bahkan akibat jalan yang tergenang air, membuat badan jalan lambat laun terkikis.

“Ini aja sudah terlihat jalan rusak dan terkikis karena tergenang air, “imbuhnya.

Terkait hal ini, pihaknya akan berkordinasi dengan pemerintah daerah untuk diteruskan ke pemerintah provinsi Kepri, dalam hal ini Dinas PU Kepri yang berwenang atas jalan ini supaya dibuatkan saluran air.

“Solusinya cuma dibuatkan saluran air, agar airnya tidak menggenang di jalan,” tutupnya. (met)