Metro Bintan

Komisi V DPR RI Tinjau Lokasi Proyek Strategis Pusat, dari Lokasi Jembatan Babin sampai Estuari DAM Busung

Rombongan Komisi V DPR RI saat meninjau pembangunan Bandara Busung di Lobam, Kamis (12/12). F.Andi untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Komisi V DPR RI meninjau sejumlah lokasi yang akan dibangun proyek strategis pemerintah pusat di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, pada Kamis (12/12).

Rombongan Komisi V DPR RI, diantaranya Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae dan Anggota Komisi V DPR RI, Ansar Ahmad.

Hadir mendampingi rombongan, Sekda Bintan Adi Prihantara, GM PT BIIE Lobam, Aditya Laksamana dan GGM PT BRC, Abdul Wahab.

Pada kunjungan ini, rombongan meninjau lokasi yang akan dilintasi pembangunan Jembatan Batam Bintan (Babin) di depan Gereja Don Bosco, jalan raya Indusuri, Tanjunguban.

Selanjutnya rombongan ke lokasi pembangunan Bandara Busung di Kawasan Industri Bintan (KIB), Lobam dan ke lokasi rencana pembangunan Estuari Dam Busung di dekat Jembatan Busung.

Anggota Komisi V DPR RI, Ansar Ahmad mengatakan, saat ini pihaknya berbicara Indonesia secara global bagaimana pembangunan infrastruktur harus dikembangkan dengan sejalan antara pemerintah dan swasta.

Kepulauan Riau, menurutnya, memiliki pasar yang terbuka dan peluang investasinya sangat besar. Hal ini dikarenakan berdekatan dengan Singapura.

“Pertumbuhan ekonomi di Singapura sangat baik, efeknya ke Indonesia. Ibarat gelas (airnya) sudah tumpah, jangan tumpahannya dimanfaatkan negara lain. Akan tetapi kita harus bisa memanfaatkannya,” kata Bupati Bintan dua periode ini usai meninjau lokasi pembangunan bandara Busung di Lobam.

Sebagai mitra kerja pemerintah, ia melihat ada persoalan teknis di daerah yang tidak terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam hal pembangunan infrastruktur.

“Sudah disiapkan anggaran, tapi ada hal di daerah yang tidak terselesaikan. Saya harap kepala daerah agar membantu program yang digaungkan pemerintah pusat dengan baik,” ujarnya.

“Jangan pemerintah pusat sudah bersemangat, daerah malah kurang siap. Oleh karena itu, satu per satu permasalahan di daerah mesti dibahas untuk menyatukan misi,” paparnya.

Dia juga melihat angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepri, Bintan khususnya trennya terus meningkat.

“Industri kawasan wisata terpadu sudah terkonsep sejak lama dan saat ini berkembang, sudah ada 1.500 kamar,” imbuhnya.

Ia optimis melalui salah satunya pembangunan di sektor pariwisata akan dapat menyejahterakan masyarakat.

“Kalau semua sudah terbangun dengan baik, kita tinggal urus masyarakat, petani dan nelayan kita upgrade karena pasarnya sudah tersedia,” ulasnya.

Tidak seperti saat ini, kata ia, komoditi cabai masih didatangkan dari Lombok meskipun punya efek dominan terhadap Lombok.

Sementara sayur mayur, kata ia, untuk Batam saja masih didatangkan dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau dan daerah lainnya.

Terakhir ia mengatakan, rencana pembanguan di daerah sudah masuk dalam rencana pembangunan strategis pemerintah pusat, diantaranya di jembatan Babin dan Estuari Dam Busung yang sudah terprogram di Kementerian PU dan Perhubungan.

Oleh karena itu, kerja sama harus terjalin baik antara pemerintah di Kepri dan pusat untuk satu tujuan. (met)