Peristiwa

Tanah Belakang Rumah Warga di Perumahan PBI 2, Tanjunguban Longsor, Bangunan Gudang Turun 10 Meter

Warga dibantu aparat kepolisian dan TNI saat mengevakuasi barang korban yang terperangkap di bangunan gudang usai tanah longsor di Perumahan Permata Bintan Indah (PBI) 2, Kelurahan Tanjunguban Timur, Kecamatan Bintan Utara mengalami longsor, Minggu (15/12) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Tanah di belakang rumah warga bernama Sukardi, 45, di Perumahan Permata Bintan Indah (PBI) 2, Kelurahan Tanjunguban Timur, Kecamatan Bintan Utara mengalami longsor, Minggu (15/12) siang.

Akibatnya, sebuah bangunan yang digunakan sebagai gudang untuk menyimpan barang dan perkakas turun sekitar 10 meter.

Kejadian diketahui oleh tetangga korban bernama Agus Ramdan Ginting, 41, yang saat itu sedang mengecat rumahnya.

Lelaki yang akrab disapa Bang Ginting itu mendengar suara tanah yang turun di dua rumah milik korban.

“Saya dengar tanah turun pertama pukul 11.30 WIB,” ujarnya.

Suara penurunan tanah yang lebih keras baru kembali terdengar sekitar pukul 12.15 WIB.

“Pukul segitu sudah longsor, “jelasnya.

Penurunan tanah ini, menurut ia, disebabkan curah hujan yang tinggi dan terjadi dalam beberapa hari terakhir sampai saat ini.

“Saat itu gerimis, cuma kalau longsor karena pengaruh hujan yang berkepanjangan,”paparnya.

Korban, Sukardi mengatakan, saat itu dia sedang bermain motor trail di kawasan Tirta Madu.

“Saya dapat telepon dari tetangga, langsung pulang,” imbuhnya.

Tiba di rumah, dirinya melihat tanah di belakang rumahnya sudah longsor. Bahkan bangunan gudang sudah turun ke bawah.

Warga dibantu aparat kepolisian dan TNI saat mengevakuasi barang korban yang terperangkap di bangunan gudang usai tanah longsor di Perumahan Permata Bintan Indah (PBI) 2, Kelurahan Tanjunguban Timur, Kecamatan Bintan Utara mengalami longsor, Minggu (15/12) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

“Ya karena bangunannya berat, jadi saat tanah bergeser, gudangnya turun,” ulasnya.

Diakuinya bahwa tanah yang longsor tepat di belakang dua rumah miliknya. “Ya duanya rumah saya, Blok A nomor 59 dan 60,” kata ia memperkirakan kerugian mencapai Rp 50 juta.

Untuk keselamatan dirinya dan keluarga, ia memutuskan mengungsi sementara di rumah temannya yang kosong.

Evakuasi barang-barang dari dalam gudang dilakukan aparat Kepolisian dan TNI serta warga. Aparat kepolisian dan warga menjebol dinding gudang yang terbuat dari kayu. Kemudian dibantu warga mengevakuasi barang-barang.

Ia juga mengucapkan terima kasih ke aparat baik Babinsa dan Bhabinkamtinmas yang sudah datang membantu. Juga kepada warga yang membantu mengevakuasi barangnya.

“Dari pemerintah, tadi Pak Camat juga sudah turun ke sini,” ungkapnya.

Ketua RT 03 RW 01 Kelurahan Tanjunguban Timur, Iswandi mengatakan, kondisi saat ini barang milik korban sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, sudah berkordinasi dengan aparat dari Polsek dan Koramil.

“Alhamdulillah sudah datang membantu dari pihak kelurahan dan kecamatan juga,” tutupnya.

Pihaknya juga berkordinasi dengan PLN untuk memutus aliran sementara untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Terlihat petugas PLN memutus sementara arus ke rumah korban. (met)