Peristiwa

KPHP Bintan-Tanjungpinang Amankan Potongan Kayu Diduga Pembalakan Liar di Hutan Lindung Gunung Lengkuas

Petugas KPHP Unit IV Bintan Tanjungpinang mengamankan beberapa potong kayu yang diduga kegiatan pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung Gunung Lengkuas, Minggu (15/12) malam. F.KPHP Unit IV Bintan Tanjungpinang untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit IV Bintan-Tanjungpinang mengamankan beberapa potong kayu yang diduga hasil kegiatan pembalakan liar di kawasan Hutan Lindung (HL) Gunung Lengkuas, Bintan pada Minggu (15/12) malam.

Kepala KPHP Unit IV Bintan-Tanjungpinang, Ruah Alim Maha mengatakan, usai menerima adanya informasi pembalakan liar di kawasan HL Gunung Lengkuas, Bintan.

Dari informasi tersebut, pihaknya menerjunkan anggota gabungan yang dipimpin Kasi Perlindungan, KSDAE, dan Pemberdayaan Masyarakat, dibantu anggota polisi kehutanan.

“Kita meminta mereka melihat ke lokasi untuk mencegah meluasnya kerusakan di kawasan hutan lindung,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, pihaknya menemukan beberapa potongan kayu yang diidenfikasi telah dilakukan penebangan beberapa hari yang lalu.

“Pohon yang ditebang rencananya akan diolah menjadi beberapa bagian kayu dan papan,” paparnya.

Sejauh ini, ia mengatakan, pihaknya terus melakukan pencegahan agar aksi pembalakan liar di kawasan HL di Gunung Lengkuas tidak berlanjut.

“Kita tidak ingin sampai ada bahasa pembiaran, makanya kita turun ke lokasi,” ungkapnya.

Ia juga berharap warga di sekitar kawasan hutan lindung ikut menjaga kawasan tersebut.

“Kalau ada yang mencurigakan, saya minta laporkan ke kami, tim kami akan segera turun menindak sesuai aturan yang berlaku,” kata ia menegaskan.

Kasie Perlindungan, KSDAE, dan Pemberdayaan Masyarakat, Andi Sandri mengharapkan kerja sama warga setempat untuk mencegah terjadinya pembalakan di kawasan hutan.

“Hasil kita turun kemarin malam, akan kita sampaikan langsung ke gakum DLHK untuk ditindak lanjuti,” kata menjelaskan bahwa KPHP sebatas pengamanan penindakan pada gakum DLHK Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). (met)