Metro Bintan

Polsek Bintim Disulap jadi Bioskop Layar Tancap, Polisi dan warga Kijang Nobar Film Surga Kecil di Bondowoso

Kapolsek Bintan Timur AKP Krisna Ramadhani membuka acara nobar di mapolsek Bintim, Selasa (17/12). F.Polsek Bintim untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Pemandangan tidak biasa terlihat di markas Kepolisian Sektor (Polsek) Bintan Timur. Salah satu sudut halaman markas Polsek disulap menjadi bioskop dari layar tancap.

Tidak ayal, banyak warga Kijang berbondong-bondong mendatangi markas Polsek Bintan Timur untuk menyaksikan pemutaran film anyar Surga Kecil di Bondowoso, Selasa (17/12) malam.

Pemutaran film berdurasi 15 menit tersebut dalam rangka Hari Ibu ke 91 Tahun 2019 dengan tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Maju.”

Hadir pada acara nonton bareng (nobar) Kapolsek Bintan Timur AKP Krisna Ramadhani, beserta jajaran, Ketua Bhayangkari Ranting Bintan Timur Winnie Krisna beserta jajaran, serta masyarakat Kecamatan Bintan Timur.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan, kegiatan nonton bareng film Surga Kecil di Bondowoso dilaksanakan serentak di jajaran Polda, Polres dan Polsek se Indonesia.

“Polres Bintan, salah satunya dilaksanakan di Polsek Bintan Timur,” ujarnya.

Polisi dan warga nobar film Surga Kecil di Bondowoso, Selasa (17/12) malam. F.Polsek Bintim untuk Batam Pos.

Dikatakannya, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada peran seorang ibu dalam rangka peringatan hari ibu.

“Film ini juga mengajarkan akan pentingnya pendidikan bagi perempuan, dan peran laki-laki dalam rumah tangga agar suami dan istri saling berbagi kasih sayang serta tanggung jawab dalam rumah tangga,” jelasnya.

Kapolsek Bintan Timur AKP Krisna Ramadhani menyebutkan film Surga Kecil di Bondowoso berdurasi 15 menit tersebut merupakan sarana efektif untuk mengingatkan masyarakat terutama generasi muda tentang kesetaraan gender antara pria dan wanita dalam kehidupan berumahtangga.

Ketua Forum RT/RW Kelurahan Kijang Kota, Sumiyatin mengatakan kegiatan ini bagus untuk edukasi kepada masyarakat, tentang kesetaraan gender dalam kehidupan berumahtangga, sehingga suami dan isteri harus saling mendukung satu sama lain.

Sebagaimana diketahui, film dokumenter garapan Nia Dinata (sutradara film Arisan) itu mengangkat kisah kehidupan seorang ustaz di Bondowoso bersama isterinya yang berprofesi sebagai guru SMP dan juga kepala sekolah di sebuah Taman Kanak-Kanak.

Sang ustaz memutuskan untuk mengajar ngaji di rumah dan mengemban tugas-tugas domestik rumah tangga yang tidak dapat dilakukan oleh istrinya. (met)