Peristiwa

Lemah Pengawasan Aparat, Pelabuhan Sei Gentong Tanjunguban Rawan Selundupan Barang Terlarang

Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Sei Gentong, Tanjunguban, baru-baru ini. F.Istimewa

PRO BINTAN – Sejumlah warga mengakui minimnya pengawasan aparat di pelabuhan bongkar muat Sei Gentong Tanjunguban, Bintan.

Hal ini menurut warga membuat pelabuhan itu rawan digunakan sebagai pintu keluar masuk barang-barang selundupan terlarang dan berbahaya.

Seorang warga Tanjunguban kepada Batam Pos yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, minimnya pengawasan aparat terkait kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan Sei Gentong, Tanjunguban berpotensi masuknya barang-barang berbahaya dan terlarang seperti narkoba.

Ia mengatakan, sudah menjadi rahasia umum kalau pelabuhan tersebut dijadikan sebagai pintu masuk dan keluarnya barang-barang yang tidak dilengkapi dokumen resmi.

“Termasuk barang masuk dari Batam yang tidak dilengkapi dokumen,” jelasnya.

Kendati pelabuhan rakyat, ia berharap pengawasan aparat terkait aktivitas bongkar muat di pelabuhan karena lemahnya pengawasan aparat, mengkhawatirkan barang-barang berbahaya dan terlarang bisa dengan mudah masuk dan lolos ke Bintan.

Salah seorang pemerhati masalah ekonomi sosial di Tanjunguban, Sahat Simanjuntak mengatakan, keberadaan pelabuhan rakyat sangat membantu perekonomian masyarakat Tanjunguban dan sekitarnya bahkan menyuplai beberapa jenis barang ke Tanjungpinang dikarenakan sampai saat ini belum adanya pelabuhan bongkar muat barang yang statusnya resmi.

“Sampai saat ini yang namanya pelabuhan bongkar muat resmi belum ada. Ada, tapi tahap pembangunan, cuma belum beroperasi,” imbuhnya.

Namun, menurut ia, aparat tetap harus melakukan pengawasan terkait kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan tersebut.

Sebab, masih menurut ia, minimnya pengawasan aparat terkait kegiatan bongkar muat barang bisa dimanfaatkan oknum-oknum nakal yang ingin mengambil keuntungan semata dari lemahnya pengawasan aparat.

“Lemahnya pengawasan aparat menjadi celah oknum yang bandel untuk menyelundupkan barang-barang berbahaya dan terlarang,” tuturnya.

Dia mengingatkan salah satu contoh kasus masuknya bahan dasar pembuat pil PCC yang kala itu diamankan pihak kepolisian.

“Ingat tidak kalau bahan dasar pembuat Pil PCC masuknya dari pelabuhan (Sei Gentong) itu. Jadi saya harap adanya pengawasan aparat meskipun kita tahu pelabuhan itu bukan pelabuhan bongkar muat resmi,” harapnya. (met)