Peristiwa

Seorang TKW Ilegal dan Suaminya Diduga Disekap Pengusaha Tanjunguban, Gara-gara Belum Bayar Ongkos Kepulangan dari Malaysia

Petugas sedang menginterogasi pasangan suami istri yang diduga disekap di Tanjunguban, Selasa (24/12). F.Istimewa.

PRO BINTAN – Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Ilegal bernama Herlina, 37, dan suaminya Liaqat Ali, 21, warga negara Myanmar disekap di Tanjunguban.

Penyekapan diduga dilakukan seorang pengusaha yang mengelola pelabuhan rakyat Gentong di Tanjunguban berinisial Ac.

Kasus ini bermula saat korban dan suaminya yang bekerja di Malaysia hendak pulang ke Indonesia. Keduanya menaiki kapal kayu milik pengusaha tersebut.

Setiba di pelabuhan rakyat yang berada di Tanjunguban, keduanya belum bisa membayar ongkos kepulangan dari Malaysia. Akhirnya tragedi penyekapan pun terjadi.

Salah seorang warga yang enggan dituliskan namanya mengatakan, awalnya sejumlah warga menerima informasi adanya pengungsi yang disekap di Pelabuhan Gentong, Tanjunguban.

Kemudian sejumlah warga melaporkan kejadian ini ke aparat setempat.

“Kedua korban sudah diserahkan ke Imigrasi,” jelasnya.

Kepala Imigrasi Klas II Tanjunguban, Burhanuddin membenarkan ada seorang TKW Ilegal dan suaminya yang merupakan warga negara Mynamar diserahkan ke Imigrasi.

Informasi terakhir yang diperoleh, TKW tersebut sudah dipulangkan ke Cirebon, sedangkan suaminya masih diamankan di Kantor Imigrasi Tanjunguban.

Sebelumnya diberitakan pelabuhan rakyat Gentong, Tanjunguban rawan sebagai pintu keluar masuk barang terlarang dan berbahaya dikarenakan minimnya pengawasan aparat. (met)