Peristiwa

Bobol Rumah Pengusaha Bintan saat Natal, Pelaku Dihadiahi Timah Panas

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin didampingi Kapolsek Gunung Kijang, AKP Monang P Silalahi dan Kanit Reskrim, Ipda Hisuwanto Ady saat menggelar konferensi pers di markas Polres Bintan, Jumat (27/12) terkait kasus pencurian dengan pemberatan dengan kejadian di Kampung Simpangan, RT 01 RW 05, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya pada perayaan Natal, Rabu (25/12) sekitar pukul 17.00 WIB. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Dua dari empat pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) dihadiahi timah panas karena membobol rumah seorang pengusaha angkutan bahan-bahan bangunan, Jong Tek, 56, di Kampung Simpangan, RT 01 RW 05, Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya pada perayaan Natal, Rabu (25/12) sekitar pukul 17.00 WIB.

Empat pelaku diamankan di Bandara Hang Nadim, Batam, Kamis (26/12) ialah Aswin Effendi Hasan Basri, 37, Gusti Randa, 28, Juanda, 42, dan Defri, 30. Dua orang dihadiahi timah panas, Aswin Effendi Hasan Basri dan Juanda.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanudin mengatakan, penangkapan berawal dari laporan adanya rumah pengusaha di Toapaya yang dibobol, Rabu (25/12).

“Diamankannya Kamis (26/12), setelah pihak Polsek Gunung Kijang berkoordinasi dengan Polres Bintan,” kata Agus.

Setelah diselidiki, para pelaku sudah memesan tiket pesawat untuk kembali ke daerahnya di Palembang.

“Kita amankan mereka di Bandara Hang Nadim, Batam. Kita amankan 1 x 24 jam setelah kejadian,” jelasnya.

Setelah dibawa ke Bintan, dua diantaranya berusaha kabur sehingga dihadiahi timah panas.

Bagaimana modusnya? Ia menjelaskan, para pelaku datang dari Palembang ke Bintan untuk mencuri barang berharga dari rumah yang kosong karena ditinggal liburan oleh penghuninya.

“Pelaku sudah tiga hari mengintai rumah korban,” ujarnya.

Setelah rumah benar-benar kosong, dua pelaku Aswin Effendi Hasan Basri dan Juanda masuk ke rumah tersebut melalui jendela. “Teralisnya dibobol pakai kayu balok, kuncinya dirusak pakai linggis,” imbuhnya.

Sedangkan dua pelaku lainnya mengawasi dari luar rumah.

Setelah mengasak barang berharga korban, pelaku langsung pergi ke Batam.

“Pelaku akan kabur ke Palembang,” katanya.

Dari tangan pelaku, pihaknya menyita uang tunai sekitar Rp 50 juta, 6 unit handphone dan perhiasan seberat lebih kurang 106 gram.

“6 handphone ini mereka punya, ada juga kita amankan 4 jam tangan yang diduga dari TKP di daerah lain. Karena mereka mengaku sudah beraksi di 5 TKP, 1 TKP di Bintan, lainnya ada laporannya di Polres Tanjungpinang dan Polsek di Tanjungpinang,” jelas dia.

Dikatakannya juga, dari empat pelaku, satu diantaranya merupakan residivis yakni Aswin Effendi Hasan Basri.

“Otaknya Aswin Effendi Hasan Basri dan Juanda. Ada 2 orang pelaku DPO, 1 orang sudah kabur ke Palembang,” sebutnya.

Terkait hal ini, para pelaku dijerat Pasal 363 ayat 1 ke 4 dan ke 5 tentang pencurian dengan pemberatan KUHPidana dengan ancaman 9 tahun.

Dia mengimbau ke masyarakat yang merayakan Natal atau berpergian liburan dengan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong agar menitipkan rumah ke tetangganya dan memberitahukan ke ketua RT setempat.

“Bisa juga dititipkan ke Polsek setempat dan bhabikamtibmas yang bertugas di wilayah tempat tinggal warga agar rumahnya tetap dipantau,” katanya.

Salah seorang pelaku yang merupakan residivis dan kakinya ditembak karena berusaha kabur, Aswin Effendi Hasan Basri mengatakan, dirinya dan teman-temannya sudah lima kali membobol rumah.

“Tidak pernah,” jawab dia ketika ditanya apakah selama beraksi menggunakan senjata tajam.

Dia juga mengakui, uang hasil kejahatan digunakan untuk menbayar utang di Palembang.

Sementara anak korban, Ari, 28, mengatakan, Selasa (24/12) dia dan keluarganya termasuk orangtuanya berencana akan pergi liburan ke Singapura.

“Kita dapat kabarnya Rabu malam. Jendela pintu samping rumah, dan gembok dapur belakang sudah rusak,” tutupnya. (met)