Peristiwa

Mahasiswa Tuntut Pemkab Ambil Langkah Tegas Terkait Dugaan Pelanggaran PT MIPI

Sejumlah mahasiswa melaksanakan aksi di depan Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bintan di Bintan Buyu, Senin (30/12) siang terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan PT MIPI. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – 8 orang mahasiswa berorasi di depan Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bintan di Bintan Buyu, Senin (30/12) siang.

Para mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) menuntut pemerintah mengambil langkah tegas terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Mangrove Industry Park Indonesia (MIPI) dalam hal pembangunan di Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang.

“Hanya akan, akan dan akan menyurati, tapi hanya janji saja,” ujar salah seorang peserta aksi.

Sebelumnya Pelajar Raya (Parindra) Provinsi Kepri mendesak pemerintah menghentikan aktivitas PT MIPI karena diduga belum mengantongi izin dalam aksinya, Jumat (27/12).

Selain beroperasi, peserta aksi juga membawa karton bertuliskan “Pemerintah tidak becus menyelesaikan persoalaan P. MIPI, copot kepala dinas.”

Ternyata tulisan karton tersebut membuat Kepala DPMPTSP Bintan, Hasfarizal Handra sedikit tersinggung. Awalnya dia meminta peserta aksi mengangkat karton yang dibawa peserta. Setelah diangkat, ia mengambil karton warna putin yang bertuliskan copot kepala dinas.

“Itu saya orangnya,” kata Hasfarizal mengangkat karton tersebut.

“Kalau ada izin yang saya keluarkan, tunjukkan buktinya ke saya,” kata dia. (met)