Metro Bintan

Pembangunan Jembatan Babin Masuk Prolegnas

Ansar Minta Pemerintah Tetapkan Segera Landing Point

Anggota Komisi V DPR RI, Ansar Ahmad. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Anggota DPR RI Ansar Ahmad mengatakan, rencana pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) telah masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2020-2024.

“Artinya (pembangunan jembatan babin) sudah menjadi prioritas,” kata mantan Bupati Bintan dua periode.

Hanya, lanjut Ansar, yang menjadi persoalan ialah soal menetapkan salah satu dari dua alternatif landing point yang harus dipilih sebelum dibangun Jembatan Babin.

“Alternatif pertama jarak (jembatan) lebih panjang sedikit dan anggarannya lebih besar, akan tetapi dari segi kemudahan dan keamanan lebih aman kerjanya,” kata Ansar.

Selain itu, ada beberapa landing point yang masuk ke lahan PT Surya Bangun Pertiwi (SBP). Namun tidak sampai membelah Kawasan Industri Bintan (KIB), Lobam.

Kemudian alternatif kedua, sambungnya, jaraknya lebih pendek, akan tetapi risiko kerjanya menurut Dinas PUPR Provinsi Kepri lebih berisiko karena kedalamannya. Selain itu landing pointnya membelah KIB, Lobam.

“Sepertinya itu yang mereka keberatan. Nah, itu yang harus diputuskan segera,” kata Ansar.

Terkait hal ini, Ansar menyarankan ke Gubernur Kepri untuk kembali mendudukkan segera persoalan ini dengan Dirjen Bina Marga, Kementerian PUPR dan TNI, Kementerian Perhubungan, dan BMKG.

“Supaya alternatif mana yang akan dipilih. Kalau pihak Pemprov Kepri dan Satuan Kerja (Satker) Kementerian PUPR yang berada di bawah Kementerian PUPR lebih setuju pada alternatif pertama, meskipun lebih panjang sedikit jaraknya, anggarannya tidak banyak sedikit, karena berkaitan dengan ketinggian jembatan dan aktivitas lalu lalang kapal,” kata Ansar.

Ansar berharap persoalan ini segera dibahas di tingkat pusat untuk segera diputuskan.

“Kalau sudah diputuskan, nanti kita teman-teman di Komisi V DPR RI akan siap mendorong agar jembatan bisa segera terealisasikan,” kata ia. (met)