Peristiwa

Warga Perumnas Tekojo Kijang Diamankan Kasus Sabu saat Tunggu Pembeli di Depan Gereja

Tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu dibawa ke rumahnya untuk pengembangan usai diamankan saat akan transaksi di depan gereja di jalan Tanah Merah, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur pada Kamis (2/1) sekitar pukul 23.00 WIB. F.Satresnarkoba Polres Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Satuan Resnarkoba Polres Bintan meringkus seorang tersangka kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu berinisial SP alias ID, 35.

Warga Perumnas Tekojo, Kijang ini diamankan saat menunggu pembeli narkoba di depan gereja di jalan Tanah Merah, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur pada Kamis (2/1) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasat Resnarkoba Polres Bintan AKP Nendra Madya Tias mengatakan, dari tangan tersangka diamankan barang bukti 2 paket kecil sabu dengan berat kotor lebih kurang 6,24 gram.

Selain itu, diamankan 1 set alat isap sabu, 1 unit kendaraan Yamaha Mio dan 1 unit timbangan.

Nendra mengatakan, tersangka diamankan setelah pihaknya menerima informasi akan terjadi transaksi narkoba di depan gereja Tanah Merah, Kijang.

“Tersangka akan melakukan transaksi,” kata Nendra.

Selanjutnya, pihaknya berkoordinasi dengan Polsek Bintan Timur. Setelah ditemukan ciri-ciri yang sesuai dengan informasi yang didapat, akhirnya pihaknya mengamankan tersangka di lokasi.

“Kita amankan saat tersangka menunggu pembeli. Saat digeledah ada 1 paket sabu di celana sebelah kiri,” kata Nendra.

Tidak sampai di situ, pihaknya melakukan pengembangan ke rumah tersangka. Di sana ditemukan 1 paket sabu yang disimpan di meja TV, 1 set alat hisap sabu, dan 1unit alat timbangan digital.

“Tersangka mengakui sabu miliknya. Sabu menurut tersangka diperoleh dari MS (DPO) yang diambil di Tanjungpinang,” jelas Nendra.

Usai diamankan, tersangka dan barang bukti dibawa ke Polres Bintan.

“Kita selidiki lebih lajut,” kata Nendra.

Atas perbuatan tersangka dijera Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 UU Nomor. 35 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 5 – 20 tahun. (met)