Peristiwa

Nelayan Sebong Pereh, Bintan Terdampak Limbah Minyak Hitam

Jumari menunjukkan limbah minyak berwarna hitam yang mengotori Pantai Sebong Pereh, Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Minggu (26/1) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sejumlah nelayan di Desa Sebong Pereh terkena dampak limbah minyak hitam yang mencemari laut dan Pantai Sebong Pereh, Teluk Sebong, Bintan, Minggu (26/1) pagi.

Seorang nelayan Sebong Pereh, Jumari, 40 mengatakan, sudah 4 kali limbah minyak hitam mencemari laut dan pantai.

“Januari tahun ini saja sudah 4 kali limbah minyak hitam sampai ke pantai Sebong Pereh,” kata warga Kampung Pasir, Desa Sebong Pereh, Teluk Sebong ditemui di pantai.

Dampak limbah minyak hitam, kata dia, membuat tali boat dan boatnya menghitam. Kalau sudah terdampak limbah minyak hitam, menurut dia, sangat sulit dibersihkan.

“Kalau sampai kena jaring, kerugiannya besar. 1 jaring biasanya berhari-hari buatnya dan menghabiskan uang lebih dari Rp 1 juta,” kata dia.

Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, ia mengatakan, kalau sudah terlihat limbah minyak hitam di laut, dia akan cepat-cepat menarik jaringnya dan alat tangkap lainnya.

“Ya tapi tali dan boat kali ini kena juga, bersihkannya harus pakai minyak tanah atau bensin dan tidak cukup 1 botol Aqua ukuran besar. Lumayan la menguras tenaga dan uang,”jelasnya.

Dia berharap ada tindakan tegas baik dari pemerintah dan aparat penegak hukum terhadap pelaku yang membuang limbah minyak hitam.

Karena dengan adanya tumpahan minyak hitam, diakuinya nelayan rugi karena ada yang limbah minyak hitam menempel pada boat dan ada yang sampai alat tangkapnya rusak akibat terkena limbah minyak hitam. (met)