Peristiwa

Tingkat Hunian Hotel di Bintan Anjlok

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam melakukan pendektesian suhu tubuh penumpang di pintu kedatangan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center dengan alat thermal scanner, Rabu (22/1). (Cecep Mulyana/Batam Pos)

PRO BINTAN – Bisnis pariwisata terkena dampak dari virus corona yang mewabah di Wuhan, Cina dan menyebar ke beberapa kota di Cina maupun ke beberapa negara di dunia. Termasuk dunia pariwisata Bintan yang banyak menerima kunjungan turis Cina terkena dampak.

Bahkan tingkat hunian beberapa hotel yang mayoritas menerima turis asal China mengalami anjlok.

Perwakilan Agro Resort, Afung mengatakan, sejak pemerintah China melarang biro perjalanan setempat untuk melakukan perjalanan kelompok wisata ke luar negeri membuat hunian di hotel menurun drastis.

“Gara-gara virus corona, kunjungan turis Cina sepi,” kata dia.

Lelaki asal Pontianak, Kalimantan Barat ini mengatakan, biasanya per hari turis China yang berkunjung di hotelnya sekitar 100 sampai 200 orang bahkan bisa lebih.

Namun sejak mewabahnya virus corona, kata dia, sudah tidak ada lagi turis China yang berkunjung ke hotelnya.

“Sekarang sudah tidak ada lagi, sudah habis total, kosong, malah kami berencana tutup sementara kalau jadi,” kata Afung.

Diakuinya, selama ini pihaknya fokus mendatangkan turis China. Namun, saat ini Agro yang memiliki kamar sekitar 200an sudah kosong.

“Kalau Agro aja 200 an kamar. Belum termasuk Sahid dan Pearl (grup Agro). Kalau tiga hotel bisa lebih kurang 400an kamar,” kata dia.

Kadisbudpar Bintan, Wan Rudy Iskandar mengakui ada larangan dari pemerintah China yang melarang agen travel mereka untuk menjual paket wisata ke luar negeri. Larangan ini, kata Wan Rudy untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Wan Rudy juga mengakui tamu yang masuk melalui pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT), Lagoi berkurang.

Rata-rata tamu grup dari China yang masuk bisa sekitar 1.000-1.200 terdiri dari tamu Bintan Best Tour (BBT) dan tamu Agro Resort, tamu BLR maupun tamu grup dari agen Jetstar dan tamu Nirwana maupun tamu resort lainnya.

“Kalau total semua biasa sekitar 1.500-2.000 per hari masuk ke Bintan dari dua pelabuhan tersebut,” kata dia.

Diakuinya juga ada penurunan khusus untuk angka hunian hotel yang biasanya  menerima kunjungan turis China.

“Agak turun (hunian) seperti Agro, mereka sudah mulai wanti-wanti tidak ada tamu yang masuk maka kita sedang siapkan kegiatan untuk tamu dari daerah lain seperti tamu Singapura Malaysia dan dalam negeri ke depan,” kata dia.

Dikatakannya juga untuk kunjungan wisman awal 2020 ini, 30 persen merupakan turis asal China.

“Kita segera buat event dan kegiatan, mudahan-mudahan bisa tutup hal tersebut,” katanya.

Humas Kantor TPI Imigrasi Tanjunguban, Rian mengatakan, untuk tamu grup turis asal Cina mengalami penurunan.

Namun berdasarkan data Imigrasi TPI Tanjunguban, untuk jumlah wisman asal Cina yang masuk lewat pelabuhan BBT, Lagoi saat 1 hari menjelang Imlek, hari H imlek dan 2 hari setelah imlek ada peningkatan.

“Untuk hari ini (Selasa, 28 Januari 2020) per jam 11.10 jumlah wisman WN China ada penurunan. Untuk grup ada penurunan,” kata dia.

Namun untuk data pastinya, ia mengatakan, masih direkap petugas di Pelabuhan BBT, Lagoi. (met)