Peristiwa

Curi Motor Teman, Dua Siswa di Bintan Diamankan Polisi

Kanit Reskrim Polsek Bintan Utara, AKP N Sembiring menunjukkan dua unit sepeda motor curian yang dilakukan dua siswa di Bintan, di Mapolsek Bintan Utara, Rabu (29/1) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Sakit hati karena temannya lebih memperhatikan sepeda motornya, siswa salah satu sekolah menengah pertama di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, MF, 14, terpaksa berurusan dengan polisi. Dia nekat mencuri sepeda motor temannya yang parkir di sekolah pada 8 November 2019 lalu.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim AKP N Sembiring mengatakan, pelaku MF sakit hati lantaran korban tidak mau berkawan lagi dengan pelaku sejak korban memiliki sepeda motor.

“Si pelaku mengambil kunci sepeda motor korban yang disimpan di tas korban. Harapannya kalau sudah tidak ada lagi motornya, korban mau berkawan lagi dengan pelaku,” kata dia saat ditemui di Mapolsek Bintan Utara, Rabu (29/1) siang.

Kejadian pencurian sepeda motor ini, kata dia, awalnya tidak dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun setelah tahu bahwa yang mencuri temannya sendiri, korban melaporkannya ke kantor polisi.

“Tidak kita amankan karena pelaku masih anak di bawah umur. Kita panggil saja ke Polsek, pelaku datang dengan didampingi orangtuanya, Selasa (28/1) kemarin dan dia mengakui barang buktinya ini,” kata dia.

Selain menangani kasus curanmor dengan pelaku MF, polisi juga menyelidiki kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan anak di bawah umur, berinisial RRA, 17.

Siswa salah satu sekolah di Tanjunguban ini, mencuri sepeda motor temannya sendiri, Kamis (9/1) lalu.

“Korbannya kawan satu ruangan,” katanya.

Kejadiannya, saat itu, pelaku RRA sengaja tidak masuk ke sekolah alias bolos. Namun dia datang ke sekolah untuk mencuri sepeda motor milik temannya, yakni sepeda motor Jupiter ZCW warna hitam.

“Sepeda motor kawannya itu dibawanya pulang ke rumah lalu dipretelin,” ungkapnya.

Pelaku RRA, diamankan pada Senin (27/1) lalu ketika ada warga yang melihat pelaku sedang duduk di atas motor yang diduga curian.

“Si pelaku duduk-duduk di atas motor yang dicurinya,” kata dia.

Akhirnya polisi bergerak ke rumah pelaku dan membawa pelaku dengan didampingi orangtuanya ke kantor Polsek Bintan Utara.
Dia mengatakan, keduanya sudah di Kantor Polisi. Karena keduanya masih di bawah umur, maka sesuai UU nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak, bunyinya semua perkara anak yang ancamannya dibawah 7 tahun wajib dilakukan diversi.

“Hari ini kita mengundang semua pihak terkait, kita mau lakukan diversi. Kasusnya lanjut namun keluar dari pidana umum. Ini yang namanya restorasi justice,” kata dia. (met)