Peristiwa

4 Pelaku Pengebom Ikan Ditangkap

Satu Pelaku Kabur ke Hutan

Para pelaku kasus pengeboman ikan di Perairan Pulau Pejantan Desa Mentebung Kecamatan Tambelan, Bintan berhasil diamankan Polsek Tambelan dibantu pemerintah desa dan warga. F.Polsek Tambelan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Aparat dari Kepolisian Sektor (Polsek) Tambelan dibantu pemerintah desa dan warga berhasil mengungkap kasus pencurian ikan dengan menggunakan bahan peledak di Perairan Pulau Pejantan Desa Mentebung Kecamatan Tambelan, Bintan.

Empat pelaku yang melakukan pencurian ikan dengan bom rakitan berhasil diamankan. Sedangkan seorang pelaku masih kabur dan bersembunyi di hutan.

Kapolsek Tambelan Ipda Missyamsu Alson mengatakan, kasus ini terungkap setelah adanya informasi dari warga bahwa telah terjadi pencurian ikan dengan menggunakan bahan peledak rakitan.

“Warga melaporkan ke Kades,” kata dia saat dihubungi, Jumat (31/1).

Kemudian mereka ke lokasi kejadian dan menemukan kapal warna biru tanpa nama dan tanda selar.

“Jadi saat didekati, para pelaku membuang bahan peledak yang sudah disiapkan untuk diledakkan ke laut,” kata dia.

Mengetahui kejadian itu, seorang warga menyelam ke laut untuk mengamankan barang bukti yang sudah dibuang ke laut.

“Waktu dipergoki warga, si pelaku langsung kabur setelah membuang bahan peledak rakitan ke laut,” kata dia.

Setelah berkoordinasi dengan kepolisian, para pelaku diamankan pada Senin (27/1) sekitar pukul 17.40 WIB.

“Saat itu kita melihat pompong berjarak sekitar 50 meter di Tanjungnaga sebelah barat Pulau Pejantan,” kata dia.

Dia mengatakan, saat akan ditangkap, para pelaku berusaha kabur dengan menaiki sampan dan berenang.

“Kita kejar, awalnya pelaku bernama Lasiba dan Zuliardi diamankan, tiga pelaku lainnya melarikan diri,” kata dia.

Dari penangkapan itu, pihaknya menyita bahan peledak yang telah siap dirakit serta siap diledakkan.

Usai dilakukan pengembangan, Kamis (30/1) pagi, diamankan dua pelaku lainnya bernama La Ane dan Jero.

“1 orang pelaku lainnya bernama Ari sampai saat ini masih dilakukan pengejaran karena diduga bersembunyi di hutan,” kata dia.

Adapun barang bukti yang disita diantaranya 5 bom ikan rakitan siap ledak, 2 jaring cedok ikan, 1 helai celana selam,  2 pemberat timah, 1  gulung tali rapia, 36 sumbu api dan setengah karung Amonium Netrat lebih kurang 13 kg.

Atas perbuatan melanggar hukum, para pelaku disangkakan Pasal 1 Ayat 1 UU Darurat No. 12/1951, Atau Pasal 84 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) UU NO.31 Tahun 2004 sebagaimana telah dirubah menjadi UU NO. 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan. (met)