Peristiwa

Konstruksi Jembatan Tanah Merah Miring, BP Bintan Konsultasi ke Pusjatan

Kemiringan Diduga karena Kondisi Lapisan Tanah

Konstruksi sisi sebelah kiri jalan menuju jembatan Tanah Merah, Desa Penaga, Teluk Bintan yang mengalami kemiringan diduga karena tanah yang lunak. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Konstruksi jalan menuju badan jembatan Tanah Merah di Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Bintan mengalami kemiringan pada salah satu sisinya.
Kemiringan ini diduga karena kondisi lapisan tanah yang lunak.

Terkait kondisi ini, Badan Penguasaan (BP) Free Trade Zone (FTZ) Bintan sudah berkonsultasi dengan Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan) di Bandung.

Anggota bidang Sarana dan Prasarana BP FTZ Bintan, Bayu Wicaksono mengakui kondisi salah satu sisi konstruksi jalan menuju jembatan Tanah Merah terjadi kemiringan. Bahkan pihaknya sudah berkonsultasi dengan Pusjatan.

“Diarahkan ke bagian Balai Geoteknik yang menangani masalah lahan,” kata dia, persoalan kemiringan konstruksi ini juga sudah beberapa kali dialami daerah lain.

Pusjatan menyarankan penyelidikan dengan metode moring test dan pit test untuk mengetahui aktual kondisi kemiringan ini bisa terjadi.

“Kita lagi berusaha mendatangkan alatnya didatangkan dari Bandung, semoga minggu ini bisa diambil sampelnya, “katanya.

Sampel tanah ini, kata dia, nantinya akan dikirim ke labor di Bandung.

Terkait hal ini, ia menduga karena kondisi lapisan tanah yang memang lunak salah satunya akibat curah hujan yang tinggi pada bulan Desember 2019 lalu.

“Kemungkinan tanah mengalami kejenuan,”ujarnya.

Konstruksi sisi sebelah kiri jalan menuju jembatan Tanah Merah, Desa Penaga, Teluk Bintan yang mengalami kemiringan diduga karena tanah yang lunak. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Setelah mendapat aktual yang menjadi penyebab kemiringan konstruksi dari Pusjatan, dia mengatakan, pekerjaan akan dilanjutkan. Katanya juga, pekerjaan jembatan ini masih dalam tahap pemeliharaan.

“Kontraktor sudah ok, tidak ada lagi pembiayaan lanjutan, “jelasnya.

Ke depan, untuk mengatasi kemiringan konstruksi akan dibuat konstruksi kaki seribu dimulai dari dekat badan jembatan sampai ke jalan naik menuju jembatan.

Disinggung soal apakah nanti ke depan akan dianggarankan untuk kelanjutan pekerjaan jembatan, ia menyebut, kemungkinan akan kembali dianggarkan.

Diberitakan sebelumnya, jembatan Tanah Merah, Bintan dimulai pekerjaannya pada tahun 2018 dengan anggaran melalui APBN sekitar Rp 10 miliar.

Akan tetapi jembatan dengan panjang sekitar 20 meter itu melengkung di bagian lantai badan jembatan. Sehingga pemerintah memutus kontrak pekerjaan pada kontraktor pertama yakni PT Bintang Fajar Gemilang.

Dari pekerjaan itu, pemerintah hanya membayar pekerjaan yang layak sekitar Rp 3 miliar. Sedangkan Rp 7 miliar kembali ke kas negara.

Pekerjaan jembatan lanjutan dilakukan pada 2019 dengan kontraktor CV Bina Mekar Sari dengan konsultan CV. Vitech Pratama Consultan dengan nilai proyek sekitar Rp 7,3 miliar sumber dari APBN tahun 2019. (met)