Kabar Pemkab

Pemkab Khawatir Isu Virus Corona Ancam PAD Bintan

Warga menggunakan Masker di Pintu Kedatangan Terminal 3 Ultimate Soekarno Hatta, Jakarta, Sabtu (1/2/2020). Calon penumpang dan petugas bandara menggunakan masker di Bandara Soekarno Hatta untuk mengantisipasi penularan virus corona. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

PRO BINTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan khawatir dengan merebaknya virus Novel Coronavirus di China ke sejumlah negara di dunia.

Pasalnya isu virus ini berdampak langsung terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bintan, yang dapat mengancam pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bintan.

Sebagaimana diketahui sektor pariwisata di Kabupaten Bintan memberikan kontribusi sangat besar terhadap PAD Kabupaten Bintan.

Data Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Bintan memperlihatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD Kabupaten Bintan pada tahun 2018 sekitar 116 miliar atau sekitar 51 persen.

Selain itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) asal China juga menempati urutan kedua yakni sekitar 31,38 persen setelah wisatawan domestik sekitar 31,39 persen sedangkan urutan ketiga ditempati wisatawan Singapura sekitar 17,54 persen.

Bupati Bintan, Apri Sujadi menuturkan dampak dari merebaknya virus corona di China dan ke sejumlah negara di dunia tentu saja akan berpengaruh terhadap pendapatan daerah.

“Penurunan tingkat kunjungan wisatawan, jelas tentunya akan mempengaruhi target  pendapatan dari sektor pajak, tidak saja di Bintan ada kemungkinan seluruh lokasi pariwisata di Indonesia akan berdampak,” ujarnya, Minggu (2/2) pagi.

Dikatakannya, persoalan ini adalah isu dunia, dan sudah ada larangan (travel warning) terkait kedatangan wisman China.

Oleh karena itu, dia berharap kasus ini dapat segera tertangani.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Bintan diterimanya hingga saat ini belum ada kabar masuknya virus mematikan asal China itu ke Bintan.

Namun demikian, dia sudah meminta kepada pada pemilik hotel dan resort yang ada di Bintan agar menyediakan satu kamar isolasi.

Kamar isolasi ini sebagai tempat sementara pasien sebelum dibawa ke rumah sakit.

Hal ini dilakukan agar virus tidak sampai menyebar atau setidaknya untuk meminimalkan kemungkinan penyebaran.

“Antisipasi sudah kita lakukan, baik melalui Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata bahkan Dinas Pendapatan Daerah juga kita minta mengantisipasi terkait target-target  pendapatan daerah agar tidak mengganggu kinerja pembangunan kedepan,” tambahnya. (met)