Peristiwa

Sipir Lapas Narkotika Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Barang bukti yang diamankan Satresnarkoba bekerjasama Lapas Klas II A Tanjungpinang dan Bea Cukai Tanjungpinang dalam kasus penyalahgunaan narkoba saat diekspos di Polres Bintan, Selasa (4/2) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) khusus Narkotika Klas IIA Tanjungpinang mengagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu, ekstasi, dan happy five pada Jumat (24/1) petang.

Seorang narapidana Lapas tersebut Rudiansyah alias Oyen, 29, berhasil diamankan.

Awalnya Rudiansyah merupakan narapidana dengan status tahanan pendamping (Taping) sedang membersihkan lingkungan kantor Lapas. Saat akan kembali masuk ke Lapas, petugas mencurigai barang bawaan Rudiansyah.

“Kalau melihat modusnya seolah-olah dapat kiriman makanan dari luar,” kata Kalapas Khusus Narkotika Klas IIA Tanjungpinang, Wahyu saat jumpa pers di Mapolres Bintan, Selasa (4/2) siang.

Saat diperiksa, petugas menemukan barang terlarang di dalam minuman teh kotak dan makanan cepat saji KFC.
Akhirnya pihaknya berkordinasi dengan pihak kepolisian.

Kasat Resnarkoba Polres Bintan, AKP Nendra Madya Tias mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus ini. Dari keterangan pelaku, mengakui baru sekali melakukan aksi ini.

“RS (Rudiansyah) mengaku yang menyuruhnya AM, narapidana dari dalam. Dihubungi melalui handphone,” kata dia.

Hanya saat digeledah di ruangan AM, pihaknya tidak menemukan handphone.

“Di kamar AM sudah dilakukan pengeledahan, namunĀ  alat komunikasi yang digunakan tidak ditemukan,” tambahnya.

Dari kasus ini, disita barang bukti diantaranya 3 paket sedang sabu dalam plastik bening, 18 butir pil ekstasi warna oren merek WB dibungkus plastik bening, 2 butir pil ekstasi warna hijau, alat isap, timbangan, cup besar merek KFC, 4 gelas minum merek KFC/Pepsi, 2 kantong plastik warna putih dan 1 unit handphone Redmi warna hitam.

Pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 dan 113 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dan UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

Selain itu, Bea Cukai Tanjungpinang mengamankan tiga tersangka masing-masing inisial PS, SR dan AL yang merupakan penumpang kapal Umsini rute Kijang-Jakarta-Makasar di Pelabuhan Sribayintan Kijang pada Sabtu (25/1) lalu.

Dikatakan Nendra, awalnya diamankan dua pelaku berinisial PS dan RS, dimana barang bawannya berupa spiker warna hitam dicurigai setelah terdeteksi mesin X Ray pelabuhan.

Setelah diperiksa, ditemukan narkoba jenis sabu dengan berat lebih kurang 500 gram. Kemudian diketahui barang haram tersebut milik AL.

Pada Minggu (26/1), diamankan AL di salah satu hotel di Batam.
Dari pengakuan AL, barang haram itu dibeli langsung dari Malaysia yang dititipkan saudaranya melalui jalur ilegal di Batam.

“Di Batam, AL ketemu sama PH yang akan melanjutkan perjalanan ke Bintan,” kata dia.

Barang ini lanjutnya, akan dipasarkan ke daerah Polewali Mandar Sulawesi Barat.

Ketiga pelaku dijerat Pasal 114 (2) Jo 112 (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan. (met)