Peristiwa

Tak Puas Jawaban BP Bintan, Massa Gempar Kepri Walk Out

Massa dari Gempar Kepri melakukan pertemuan dengan Kepala BP Kawasan Bintan, Saleh Umar di Kantor BP Kawasan Bintan, Bintan Buyu, Kamis (6/2). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Tidak puas dengan jawaban Kepala Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Bintan, Saleh Umar terkait permasalahan izin PT Mangrove Industrial Park Indonesia (MIPI), massa gerakan muda terpelajar (Gempar) Kepulauan Riau (Kepri) melalukan aksi walk out dari ruang rapat di Kantor BP Kawasan Bintan, Kamis (6/2) siang.

Sebelumnya massa melakukan aksi di depan Kantor BP Kawasan Bintan di jalan raya Kilometer 16, Toapaya.

Salah seorang anggota dari massa Gempar Kepri meminta penjelasan terkait izin yang diberikan BP Kawasan Bintan ke PT MIPI dan pengawasan.

“Kami tidak ingin penjelasan teknik. Kami ingin tau sudah sejauh mana pengawasan BP Kawasan Bintan terkait izin yang diberikan ke PT MIPI, “kata seorang anggota Gempar Kepri di ruang rapat tersebut.

Kepala BP Kawasan Bintan, Saleh Umar menjelaskan, BP Kawasan Bintan sekedar memberikan pengawasan sesuai perizinan yang diberikan ke perusahaan.

“Kalau izin lain, itu aturannya dari pusat, “kata dia.

Tak puas, massa dari Gempar Kepri memilih walk out atau keluar dari ruang rapat.

Koordinator lapangan, Jasman mengatakan, jawabannya sudah tidak sesuai, makanya pihaknya memilih keluar dari ruang rapat.

“Yang kami tanyakan pengawazan izin yang dikeluarkan BP Kawasan Bintan ke PT MIPI. Kemudian izin usaha apa saja yang diajukan PT MIPI ke BP Kawasan, “katanya.

Dia mengatakan, aksi ini dilakukan karena pihaknya melihatĀ  permasalahan PT Mangrove Industry Park Indonesia yang tidak memiliki dokumen perizinan dan dianggap menyalahi aturan.
Oleh karena itu, pemerintah harus tegas terhadap perusahaan yang tidak memiliki izin.

Menangapi aksi unjuk rasa, Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang meminta agar massa tertib dalam menyampaikan keinginannya sesuai diatur dengan undang-undang.

“Jangan anarkis jaga ketertiban supaya aman dan kondusif, “kata dia mengimbau. (met)