Peristiwa

39 Calon TKI Ilegal Diamankan Polisi

Suardi : Dijanjikan Bekerja Sebagai Buruh di Malaysia

Calon TKI ilegal yang diamankan di Pantai Trikora, Bintan, Sabtu (15/2) malam dipindahkan dari ke Mess Satpolair Polres Bintan di Tanjunguban, Senin (17/2) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Satpolair Polres Bintan kembali mengamankan 4 orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang gagal diberangkatkan ke Malaysia.

“Awalnya kita amankan 35 orang, kemudian 4 orang lainnya bersembunyi di semak-semak di Pantai Trikora dan berhasil kami amankan. Total ada 39 orang calon TKI ilegal yang diamankan, diantaranya 6 orang perempuan, “kata Kasatpolair Polres Bintan, AKP Suardi ditemui di Markas Satpolair Polres Bintan di Tanjunguban, Senin (17/2).

Suardi mengatakan, para calon TKI ilegal yang diamankan sebagian besar berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) selain dari daerah Aceh.

“Ada yang dijemput di pelabuhan Kijang setelah turun kapal, ada yang dijemput di pelabuhan di Tanjungpinang setelah terbang dari daerah asalnya ke Batam dan menyeberang dengan feri ke Tanjungpinang, “kata dia.

Setiba di Tanjungpinang, para calon TKI ilegal dikumpulkan di tempat penampungan yang berbeda.

“Ada yang ditampung di daerah Ganet, ada yang ditampung di Teluk Keriting, Tanjungpinang, “katanya.

Ongkos yang dibayar para calon TKI ilegal dari daerah asalnya sampai menyeberang ke Malaysia, bervariasi. Para calon TKI ilegal harus membayar sejumlah uang mulai dari Rp 1,7 juta, Rp 2 juta sampai Rp 3,4 juta per orang.

“Di Malaysia, mereka akan dipekerjakan sebagai buruh bangunan dan pekerja perkebunan, “ungkapnya.

Dua lelaki diamankan dari kasus ini, masing-masing berinisial JF, 40 dan DN, 33.

“Peran JF sebagai koordinator di lapangan, sedangkan DN yang merekrut calon TKI ilegal, “kata dia.

Sedangkan TM, diduga bos yang menampung calon TKI ilegal masih dikejar.

“TM sedang diburu, dia bos besarnya,” tambahnya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 81 UU RI nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun atau denda Rp 15 miliar.

Pantauan di lapangan, Senin (17/2) sebagian calon TKI ilegal dipindahkan dari Markas Satpolair Polres Bintan ke Mess Satpolair jalan RE Martadinata. Selanjutnya para calon TKI ilegal akan diserahkan ke Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Tanjungpinang.

Diberitakan sebelumnya, para calon TKI Ilegal diamankan di Pantai Dugong, Trikora, Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Sabtu (15/2). Para calon TKI ilegal diamankan saat akan diberangkatkan ke Malaysia. (met)