Peristiwa

Diduga Kena Badai, Kapal Kayu Bermuatan Barang Karam di Perairan Bintan

Kapal kayu yang karam di perairan depan Kampung Rambutan, Sekera, Tanjunguban, Bintan Utara. F.Satpolair Polres Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN РDiduga terkena badai dan angin kencang, kapal kayu KM Sinar Abadi dikabarkan berlayar dari perairan  Tanjungbalai Karimun ke Johor, Malaysia karam di perairan depan Kampung Rambutan, Sekera, Tanjunguban, Bintan Utara.

Kapal itu mengangkut muatan yang diduga barang-barang ilegal seperti suku cadang onderdil alat berat, suku cadang mesin diesel, minyak goreng, sayur-sayuran dan buah-buahan.

Kejadian karamnya kapal baru diketahui warga sekitar pada Jumat (21/2) sekitar pukul 06.00 WIB.

Pagi itu seorang warga setempat melihat kapal kayu yang berlabuh dengan posisi miring dengan jarak sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Karena curiga melihat kapal yang miring, warga yang bekerja sebagai nelayan mendekati kapal karam tersebut.

Awalnya nelayan tersebut ingin melihat kondisi ABK di kapal terserbut. Namun ternyata di atas kapal tersebut sudah tidak ada ABK.

“Sebagian badan kapal sudah tenggelam. Barang bawaan sudah basah, “kata seorang warga mengaku bernama Ana kepada Batam Pos.

Dia juga mengakui sebagian barang diangkut warga ke darat. Tak lama setelah kejadian, anggota dari Polres Bintan tiba di lokasi kejadian.

“Barang yang sempat dibawa warga sudah diamankan di markas Polair Bintan di Tanjunguban, “ujarnya.

Kasat Polair Polres Bintan, AKP Suardi mengatakan, usai menerima laporan pihaknya langsung ke lokasi kejadian.

“Kondisi kapal sudah setengah tenggelam. Sebagian barang sudah tidak ada, apakah hanyut atau apa kita masih selidiki, “jelas Kasat Polair Polres Bintan, AKP Suardi.

AKP Suhari juga mengatakan, saat tiba di lokasi, ABK kapal sudah tidak ada.

“Kapal sudah diamankan, kondisinya setengah tenggelam, “tuturnya. (met)