Peristiwa

Hindari PHK Imbas Virus Corona

Pemerintah Diminta Cepat Ambil Langkah

Penasehat FKUI SBSI Bintan, T Sianturi. F.Dokumen pribadi untuk Batam Pos

PRO BINTAN – Pekerja di bawah bendera Federasi Konstruksi Umum dan Informal (FKUI) Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Bintan meminta pemerintah cepat mengambil langkah untuk menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK) imbas wabah virus corona di China.

Penasehat FKUI SBSI Bintan, T Sianturi mengatakan, industri pariwisata Bintan saat ini benar-benar terguncang imbas virus corona.
Bahkan, isu PHK sampai merumahkan pekerja mencuat di sejumlah perusahaan yang bergelut di industri pariwisata.

Sianturi berharap, isu PHK ini tidak menimbulkan keresahan di kalangan pekerja.
Oleh karena itu, Sianturi meminta pemerintah mengambil langkah cepat dengan duduk bersama pengusaha untuk menyelamatkan pekerja.

“Harapan kami agar pemerintah segera ambil langkah bersama pengusaha untuk menghindarkan PHK ataupun merumahkan karyawan, “harapnya.

Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari perusahaan yang berencana melakukan PHK imbas virus corona.

“Kalau secara lisan sudah ada yang mengutarakan rencana itu (PHK), “kata dia, Selasa (25/2).

Bagaimana dengan pekerja yang dirumahkan? Ia menjawab sampai saat ini belum ada dilaporkan. Namun salah satu pihak resort melaporkan ada sekitar 70 pekerja yang sudah jatuh tempo dan tidak diperpanjang lagi kontraknya.

Bila PHK tidak terindari, dia mengimbau, pihak perusahaan untuk melakukan prosedural terhadap langkah efisiensi tenaga kerja sesuai dengan aturan tenaga kerja yang berlaku.

“Kami sudah melakukan monitoring ke kawasan-kawasan pariwisata yang terkena imbas virus corona, “kata dia.

Untuk menindaklanjuti kondisi saat ini, pihak bersama Dinas Pariwisata dan sejumlah pengusaha yang diundang menghadiri rapat bersama bupati.

“Hari ini kami rapat bersama Pak Bupati di Bappeda, “kata dia.

Setelah ini, pihaknya bersama Dinas Kesehatan juga akan mengundang pengusaha yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Kijang dan Bintan Timur.

“Minggu sekali lagi kita berdiskusi bersama pengusaha di Lagoi,” tutup Indra. (met)