Metro Bintan

Hadirkan Transportasi Murah bagi Wisatawan

Dari Forum Gathering STD Bintan

Kadisbudpar Bintan, Wan Rudi Iskandar membuka kegiatan forum gathering STD Bintan di Desa Wisata Ekang, Teluk Sebong, Kamis (27/2) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Sebanyak 54 orang dari 37 organisasi perwakilan dari pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, perguruan tinggi, dan sekolah menghadiri forum gathering V Bintan Sustainable Tourism Destination (STD).

Kegiatan yang mengangkat topik kolaborasi pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Bintan ini dilaksanakan di Desa Wisata Ekang, Teluk Sebong, Kamis (27/2).

Hadir dalam kegiatan ini Kadisbudpar Bintan, Wan Rudi Iskandar, Sekertaris Bintan STD Forum yang juga CSR Manager Banyan Tree, Henry Ali Singer, Founder Desa Wisata Ekang, I Wayan Santika, Kepala Dinas Potmar Lantamal IV Tanjungpinang, Letkol Syafruddin Amir, Kadis DP3KB Bintan, Mardiah, dan Camat Kecamatan Teluk Sebong, Sri Heni Utami.

Sekertaris Bintan STD Forum, Henry A Singer mengatakan, kegiatan ini selain menjadi ajang silaturahmi, juga sebagai media diskusi untuk membangun wisata berkelanjutan berbasis masyarakat di Kabupaten Bintan.

Dari diskusi kali ini, menurut dia, terdapat beberapa hal menarik yang diungkapkan para peserta forum gathering STD.

Diantaranya pentingnya transportasi murah bagi wisatawan mengingat saat ini tidak banyak pilihan transportasi ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Bintan.

Tidak banyaknya pilihan transportasi, ia mencontohkan, seorang wisatawan yang akan menginap di Mutiara Beach Resort harus membayar ongkos transportasi hingga Rp 1 juta dari Pelabuhan BBT, Lagoi. Padahal harga menginap per malam di resort itu kurang dari harga transportasi.

Kemudian transportasi masih terasa mahal bagi wisatawan yang menginap di resort-resort di Kawasan Lagoi yang hendak melihatĀ  destinasi wisata berbasis masyarakat.

“Contohnya wisatawan yang menginap di resort Lagoi hendak mengunjungi destinasi wisata berbasis masyarakat di Desa Pengudang yang relatif jauh,” kata dia.

Dari pertemuan ini, peserta berharap ada transportasi umum sehingga wisatawan bisa membayar transportasi lebih murah daripada biaya akomodasi atau menginapnya.

Selain itu, peserta forum juga sepakatĀ  konektivitas wisata antara Bintan denganĀ  Tanjungpinang dan Batam.

“Artinya harus bekerja sama, bagaimana wisatawan dari Tanjungpinang dan Batam tertarik ke Bintan begitu pula sebaliknya. Ini bisa berjalan kalau transportasi murah, dan saling mempromosikan,” kata dia.

Pertemuan ini menurut dia, sangat luar biasa karena melahirkan ide ide segar para peserta forum gathering sehingga dapat ditindaklanjuti secara bersama untuk memajukan pariwisata berbasis masyarakat khususnya di Kabupaten Bintan. (met)