Kabar Pemkab

Bintan Bakal Bikin Merek dan Kemasan Beras Lokal

Bupati Bintan, Apri Sujadi saat panen padi di salah satu sawah yang ada di Desa Sri Bintan, Teluk Sebong, Bintan, beberapa waktu lalu. F.Dinas Kominfo Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Bupati Bintan, Apri Sujadi berkomitmen menghadirkan kemasan beras lokal dengan merek identitas daerah sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah petani dan kebanggaan daerah.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bintan menyusun konsep terkait pemberdayaan petani dan beras lokal.

“Kita akan membuat produk beras kita dengan merek dan kemasan lokal. Ini seiring dengan perkembangan pertanian kita, kita sudah meminta dinas terkait untuk menyusun konsep terkait koordinasi pemberdayaan petani dan beras lokal di Bintan ” ujarnya, Selasa (3/3).

Dikatakannya juga bahwa saat ini, Bintan memiliki 2 lokasi strategis untuk pengembangan kawasan pertanian tanaman padi yaitu di Desa Sri Bintan dan Desa Toapaya.

Selain itu, Pemkab Bintan juga sedang mengembangkan varietas padi Inpari 32 yang akan mendukung kegiatan korporasi pengembangan petani penangkar padi di Bintan.

“Varietas padi yang dikembangkan saat ini adalah jenis Inpari 32. Fokusnya adalah bagaimana kita mewujudkan pemberdayaan petani dan beras lokal, “tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mendata bahwa saat ini produksi padi di Kepulauan Riau pada 2019 sebanyak 1.150,80 ton. Hasil produksi itu meningkat 53,8 ton atau 4,90 persen dibandingkan 2018.

Kabupaten Bintan merupakan penyumbang peningkatan atau kenaikan produksi padi tertinggi di Kepri pada 2019 lalu yaitu sebesar 63,44 persen atau naik 28,14 ton dari 2018. Perkembangan pertanian padi di Kabupaten Bintan juga menunjukan grafik kenaikan.

Bahkan Kabupaten Bintan juga menjadi penyimbang tertinggi produksi beras dan kenaikan luas lahan pertanian diantara kabupaten/kota lainnya, dimana 2018 lalu lahan yang dikelola untuk pertanian padi di Bintan hanya berkisar 14 Hektare (Ha). Namun tahun 2019 naik 2 Ha atau 14,29 persen sehingga menjadi 16 Ha.

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, menyatakan bahwa Bintan mampu menghasilkan beras sebanyak 41,28 ton di 2019. Angka itu mengalami kenaikan sebesar 63,49 persen atau 16,03 ton dibandingkan 2018 yang hanya 25,25 ton. Ini sebagai peluang bagaimana kita menciptakan sentra pemberdayaan petani dan juga mengedepankan kearifan beras lokal, “tutupnya. (met)