Peristiwa

Bangun Jaringan Listrik Terkendala Status Hutan Lindung

Spanduk bertuliskan “Bebaskan Kami dari Hutan Lindung” yang dipasang warga tergabung dalam organisasi Ampera Bintan yang memperjuangkan pembebasan Hutan Lindung di kawasan pemukiman warga berada di pinggir jalan Teluk Sebong. Di sana juga terlihat berdiri tiang PLN yang diduga masuk dalam kawasan hutan lindung. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Sejumlah Warga tiga kampung di Kabupaten Bintan yakni Kampung di Dusun I Sei Jeram, Desa Lancang Kuning, Bintan Utara, Kampung Wono Asri, Desa Sebong Pereh, Teluk Sebong dan Kampung Beringin, Desa Kuala Sempang, Seri Kuala Lobam mengharapkan pemerintah tidak membeda-bedakan hak mereka untuk mendapatkan listrik PLN.

Diketahui sebelumnya, PLN sudah berencana melakukan pembangunan jaringan listrik desa di tiga kampung tersebut.
Akan tetapi pembangunan jaringan listrik desa di tiga kampung terhambat karena pada saat survei di lapangan petugas menemukan spanduk bertuliskan “Bebaskan Kami dari Hutan Lindung”.

Seorang warga yang memiliki lahan di Kampung Wono Asri, Elfi meminta pemerintah tidak mendiskriminasi warga tiga kampung tersebut untuk mendapatkan listrik.

Pasalnya beberapa daerah yang masuk dalam kawasan Hutan Lindung justru masyarakatnya sudah menikmati listrik PLN seperti kawasan lokalisasi Bukit Senyum, Desa Lancang Kuning, Bintan Utara.

Bahkan, sejumlah instalasi milik PLN seperti menara sutet, kabel bawah tanah serta tiang listrik melewati hutan lindung.

“Jangan diskriminasikan kami, karena status Hutan Lindung. Kalau memamg tidak bisa, cabut saja semua properti milik PLN yang ada di kawasan Hutan Lindung, “katanya.

Dia mengatakan, warga Kampung Wono Asri sudah lama mendambakan listrik PLN. Dahulunya warga malah sempat setor sejumlah uang untuk pemasangan listrik PLN.

“Tapi oknum yang mengumpulkan uang kabur, kemudian baru dikembalikan, “ungkapnya.

Kali ini, warga kembali mendapat angin segar karena PLN sudah memberi tanda untuk pemasangan jaringan listrik PLN.

“Sekarang harapan warga ingin menikmati listrik PLN lagi-lagi bakal pupus, “ujarnya.

Sementara itu, Manager Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Kepri, Yuniar Budi Satrio terus berupaya agar pembangunan jaringan listrik desa di tiga kampung yang ada di Kabupaten Bintan bisa segera terealisasi dengan menunggu pendataan yang dilakukan tim Bappeda Bintan.

“Kemarin masih didata tim Bappeda untuk dukungannya. Semoga ada kabar baik dari tim Bappeda Bintan, “harapnya.

Sementara Kepala Bappeda Bintan, Yandrisyah belum berhasil dimintai penjelasan terkait masalah ini. (met)