Pariwisata

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Bintan Perkuat Pasar Wisatawan Domestik

Koordinator GM Council Bintan, Gerald A Hendrick menerangkan kondisi industri pariwisata dalam pertemuan dengan general manager council Bintan dan perwakilan dari pelaku usaha di Wisma Bintan Resor, Lagoi, Teluk Sebong, Bintan, Jumat (6/3). F.Kadin Bintan untuk Batam Pos.

PRO BINTAN – Industri pariwisata di Kabupaten Bintan benar-benar terpuruk pasca mewabahnya virus corona. Tingkat hunian hotel terkena imbasnya.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, saat ini Bintan mulai memperkuat pasar wisatawan domestik.

Ketua Kadin Bintan, Edi Surbakti mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan general manager council Bintan dan perwakilan dari pelaku usaha di industri pariwisata di Kabupaten Bintan.

Dalam pertemuan di Wisma Bintan Resor, Lagoi, Teluk Sebong, Bintan, Jumat (6/3), Kadin Bintan mendorong peningkatan industri pariwisata di Bintan karena saat ini sedang mengalami penurunan yang signifikan.

Salah satunya, dia meminta pemerintah daerah dan pelaku usaha bersama-sama gencar melakukan promosi ke sejumlah kota di Indonesia untuk memperkuat pasar wisatawan domestik.

“Kita harus melakukan program akselerasi dengan melakukan roadshow ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mendatangkan wisatawan domestik ke Bintan, “ujarnya.

Selain itu, pemerintah diharapkan segera memberikan kepastian aturan pembebasan pajak hotel dan restauran yang seyogyanya mulai berlaku 1 Maret 2020.

“Kita masih menunggu surat edaran dari pemerintah. Kalau sudah ada aturannya, harus juga disosialisasikan ke pihak hotel dan restauran, “jelasnya.

Rencana penerapan pembebasan pajak hotel dan restauran, menurut dia, disambut baik oleh pelaku usaha di industri pariwisata karena dana yang biasanya dibayarkan untuk pajak, nantinya bisa dialihkan untuk dana promosi mereka.

“Kita juga berharap inisiasi kontribusi 5 persen anggaran dari PAD sektor pariwisata dialokasikan untuk promosi event pariwisata, “harapnya.

Menurut dia, ini penting dilakukan agar industri pariwisata Bintan dapat menghadapi kondisi sulit seperti sekarang ini.

Selain itu, juga meminta peraturan daerah tentang tata ruang yang mendukung industri pariwisata. Perda ini sangat dibutuhkan bagi pelaku usaha di Bintan khususnya pariwisata.

“Ada beberapa rekan rekan kita sedang melakukan pengembangan tempat usahanya jadi ini dibutuhkan sebagai dasar untuk pengembangan tersebut, “tukasnya.

Dalam pertemuan itu juga, pelaku usaha menyinggung penanganan limbah minyak hitam yang mengotori pantai sepanjang Bintan yang sudah bertahun tahun lamanya.

“Perlu ada langkah kongkrit dan nyata sebab pelaku usaha sangat dirugikan dengan kondisi ini, “tuturnya.

Kadis Pariwisata Bintan, Wan Rudi Iskandar mengatakan, saat ini pihaknya terus memperkuat pasar wisatawan domestik dengan melakukan promosi yang bekerjasama dengan agen travel yang ada di Batam dan Bintan.

“Lewat media internet dan lainnnya termasuk beberapa kegiatan farm trip dan event MICE, kita coba tarik ke Batam dan Bintan, “ujar Wan Rudi.

Sedangkan untuk promosi besar-besaran, diakui dia masih terkendala biaya yang besar.

“Kita perkuat pasar dalam negeri dengan bekerjasama dengan pelaku wisata hotel dan lainnya dengan memanfaatkan diskon hotel dan harga tiket pesawat yang murah, “ungkapnya memberi semangat.

Hanya untuk kebijakan pembebasan pajak hotel dan restauran, kata dia, sampai saat ini belum berjalan.

“Belum ada juknisnya, belum jalan. Jadi masih seperti biasa pajak hotel dan restauran 10 persen. Ya mudah-mudahan segera ada juknisnya, “harap Wan Rudi.

Sementara itu disinggung terkait adakan event pariwisata yang ditunda terkait wabah virus corona? Dia menjawab belum ada.

“Sementara belum ada, “bebernya singkat.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Yuzet mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu aturan dan petunjuk teknis (juknis) dari kementerian.

“Sampai saat ini kedua pajak restauran dan hotel masih kita tarik, “ujar Yuzet.

Dia mengaku, sudah dihubungi kementerian untuk membicarakan juknik terkait aturan pembebasan pajak hotel dan restauran.

“Senin tanggal 9, saya diminta ke Jakarta, “urainya.

Sementara Koordinator GM Council Bintan, Gerald A Hendrick berharap harga tiket pesawat yang turun dapat membantu menarik kunjungan wisatawan domestik ke Bintan.

Gerald A Hendrick juga menyinggung penyelesaian persoalan limbah yang harusnya ada progress dengan langkah-langkah yang kongkrit.

“Kita berharap dukungan serius dari berbagai pihak termasuk pemerintah untuk penyelesaian persoalan ini, “harapnya.

Terakhir dia berharap media termasuk media sosial lebih bisa dikelola dengan baik agar upaya promosi yang pelaku usaha lakukan tidak terganggu dengan isu isu miring yang bisa merugikan pariwisata Kabupaten Bintan. (met)