Peristiwa

287 Karyawan Dirumahkan, 187 Lainnya di PHK

Dampak Virus Corona

Armada Star Jet yang banyak parkir di Kawasan Wisata Lagoi akibat kelesuan Covid-19, Selasa (10/3). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Lesunya industri pariwisata karena wabah virus corona mengakibatkan beberapa perusahaan bergerak di sektor pariwisata di Bintan terpaksa merumahkan karyawannya.

Seperti dilakukan perusahaan PT Bintan On Base Resort atau dikenal Agro Resort di kawasan wisata Trikora. Bahkan, sebuah agen travel asal Cina yang bergerak di bidang jasa transportasi pariwisata di Lagoi, Bintan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Hal ini diakui pengurus Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Bintan, Trizno Tarmoezi.

Trizno menyebut, tingkat hunian hotel di Bintan sudah di bawah 10 persen sejak wabah virus corona.

“Sudah ada pengurangan karyawan karena tamu tidak ada, “kata Trizno usai RDP di Kantor DPRD Bintan, Bintan Buyu, Senin (9/3) siang.

Trizno memperkirakan, sudah sekitar 20 persen karyawan dirumahkan di kawasan wisata Lagoi. Sedangkan di kawasan wisata Trikora sudah sekitar 50 persen karyawan dirumahkan.

“Dirumahkan tanpa uang, kan kasihan. Karena perusahaan tidak tahu mau bayar pakai apa, “kata dia.

Dengan adanya insentif pembebasan pajak dan restauran, dia berharap dapat menekan PHK atau karyawan dirumahkan.
Kabid Hubungan Industrial Disnaker Bintan, Rusli ditemui di kantornya, di Tanjungpinang, Selasa (10/3) siang mengatakan sampai saat ini baru dua perusahaan yang melaporkan PHK dan merumahkan karyawannya imbas dari virus corona.

“On Base dan Star Jet, “sebutnya. On Base, kata dia, ada sekitar 287 karyawan yang dirumahkan.

Sedangkan Star Jet, sebutnya sekitar 187 karyawan di PHK.

“Kalau yang On Base ada surat pernyataan karyawan yang menerima kebijakan perusahaan.

Namun, kita tetap mendorong mereka membuat perjanjian bersama, “katanya.

Kabid HI Disnaker Bintan, Rusli. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

Sedangkan Star Jet, sudah dibuat surat perjanjian bersama dan karyawan yang sudah di PHK menerima gaji terakhir.

Dari dua perusahaan itu, kata dia, sampai saat ini belum ada karyawan yang melaporkan keberatan ke Disnaker Bintan.

Sementara Kasi Pengupahan Disnaker Bintan, Vera menjelaskan, jika berdasarkan surat edaran dari Kementerian Ketenagakerjaan bahwa karyawan yang dirumahkan seharusnya menerima gaji pokok.

Kecuali, lanjutnya dari kedua belah pihak baik perusahaan dan karyawan sudah ada kesepakatan kedua belah pihak yang dituangkan dalam perjanjian bersama.

“Kalau On Base saat dilaporkan ke kita, ada dilampirkan kondisi perusahaan mereka saat ini. Kemudian ada surat pernyataan karyawan yang bunyinya bersedia mengikuti kebijakan perusahaan mulai dari dampak virus corona sampai selesai, “ungkapnya.

Pengurus PHRI Bintan, Trizno Tarmoezi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

“Namun kita tetap mendorong On Base membuat perjanjian bersama setiap pekerjanya, “tambahnya.

“Kalau Star Jet di PHK. Karyawan dibayar sampai gajinya bulan terakhir, “jelasnya menambahkan.

Namun demikian, kata dia kalau ada karyawan yang keberatan dapat disampaikan ke Disnaker.

“Silakan disampaikan ke kita, “kata dia.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Bintan, Fiven Sumanti mengatakan, sebagian pekerja banyak yang bekerja di sektor industri pariwisata.

“Saya harapkan perusahaan dapat menahan diri untuk tidak merumahkan karyawannya atau sampai terjadi PHK, “kata dia. (met)