Metro Bintan

Pelabuhan Mentigi Belum Ada Izin Penetapan Lokasi

Jamhur : Cukup Pemprov yang Keluarkan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Jamhur Ismail. F.Istimewa

PRO BINTAN – Pelabuhan bongkar muat di Kampung Mentigi, Tanjunguban, Bintan Utara sampai saat ini belum memiliki izin penetapan lokasi. Padahal pelabuhan itu selesai dibangun dan
akan segera beroperasi.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Klas 1 Tanjunguban, Fahrin Riza mempersilahkan pelabuhan bongkar muat yang dibangun Pemprov Kepri beroperasi.

Akan tetapi, untuk pengoperasian pelabuhan selayaknya Pemprov Kepri mengurus izin penetapan lokasi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

“Untuk operasi (pelabuhan, red) selayaknya diurus penetapan lokasinya, “saran Fahrin Riza.

Menangani hal ini, Kadis Perhubungan Pemprov Kepri, Jamhur Ismail mengatakan, untuk penetapan lokasi tidak perlu ke Kemenhub RI dikarenakan pelabuhan yang dibangun merupakan pelabuhan di bawah Pemprov Kepri.

“Cukup Pemprov saja yang mengeluarkan penetapan lokasinya, “menurut Jamhur.

Akan tetapi untuk rencana induk pelabuhan nasional (RIPN), nanti akan dimasukkan karena rapatnya baru dilaksanakan pada April mendatang.

“Ya nanti dimasukkan dalam RIPN, bukan hanya pelabuhan bongkar muat Kampung Mentigi, pelabuhan lain yang belum masuk di RIPN nantinya akan dimasukkan, “jelasnya.

Pelabuhan bongkar muat di Kampung Mentigi, Tanjunguban telah selesai dibangun dengan total anggaran sekitar Rp 47 miliar.
Pembangunan dikerjakan tiga tahun anggaran sejak tahun 2017. Pada tahun itu, dikucurkan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk pancang tiang pembatas.

Tahun kedua pada 2018, Pemprov Kepri kembali mengucurkan anggaran sekitar Rp 13 miliar untuk penimbunan dan ganti rugi lahan.

Di tahun 2019 dikucurkan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk bangun dermaga. Jamhur mengatakan, dalam waktu dekat pelabuhan itu akan dioperasikan.

“Ya aktivitas bongkat muat semen yang selama ini masih menumpang di Pelabuhan ASDP, akan dipindahkan ke pelabuhan kita. Termasuk bongkar muat tabung gas, “katanya.

Ke depan, Jamhur berharap bongkar muat sembako bisa dipindahkan dari beberapa pelabuhan rakyat yang ada di Tanjunguban ke pelabuhan bongkat muat di Kampung Mentigi.

“Untuk yang ini, kita masih koordinasi dengan Bea dan Cukai, “ujar Jamhur. (met)