Peristiwa

Tak Ada Izin Labuh, Kapal Pesiar Exuma Diminta Tinggalkan Perairan Tambelan

Antisipasi Masuknya Virus Corona

Penumpang kapal yang sempat turun di dermaga masyarakat saat diamankan sementara di Pos TNI AL di Tambelan, Kamis (12/3) siang. F.Istimewa

PRO BINTAN – Kapal Yacht asing, Exuma berbendara Malta sempat berlabuh di perairan Tambelan, Kecamatan Tambelan, Bintan pada Kamis (12/3) sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, dikarenakan tidak memiliki izin berlabuh dan mencegah masuknya virus corona, kapal yang membawa 9 orang kru dan 6 orang penumpang tersebut langsung diminta meninggalkan perairan tersebut.

Adapun 9 kru kapal berasal dari 2 warga Italia, 2 warga Perancis, 1 warga Skotlandia, 1 warga Australia, 1 warga Malta, 1 warga Kroasia dan 1 warga Indonesia.

Sedangkan 6 penumpang yang merupakan tamu kapal pesiar tersebut berasal dari Belgia sebanyak 3 orang, 2 orang dari Italia dan 1 orang dari Jepang.

Kapolres Bintan AKBP Bambang Sugihartono saat ditemui di Mapolres Bintan, Bintan Buyu, Jumat (13/3) siang membenarkan kapal pesiar yang berlabuh di Perairan Tambelan diminta meninggalkan perairan tersebut.

Dia mengatakan, unsur muspika setempat menolak kapal pesiar tersebut berlabuh di perairan Tambelan karena tidak ada izin berlabuh.

“Tidak ada izin berlabuh dari Syahbandar, “kata Bambang.

Terlebih juga masih kata Bambang, Peraturan Bupati Bintan sudah menegaskan untuk menolak masuknya kapal pesiar dari luar negeri yang tidak memiliki rute yang tetap dan izin yang resmi, yang ingin bersandar dan menurunkan penumpangnya di wilayah Kabupaten Bintan.

Peraturan ini dalam rangka pencegahan masuknya virus corona di wilayah Kabupaten Bintan.

Sebagaimana diketahui, kapal pesiar tersebut meninggalkan Singapura pada 3 Maret 2020 lalu dengan tujuan Kepulauan Anambas.

Setiba di Kepulauan Anambas, petugas setempat melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para kru kapal dan penumpang kapal.

Kemudian pada tanggal 10 Maret 2020, kapal meninggalkan perairan Kepulauan Anambas untuk berkeliling di perairan Kepulauan Riau.

Pada Kamis (12/3) siang, enam orang warga negara asing dan seorang warga negara Indonesia turun di dermaga masyarakat Desa Kukup, Kecamatan Tambelan. Pada saat itu, mereka ingin mencari perbekalan makanan di Tambelan.

Keberadaan mereka diketahui petugas. Tak lama kemudian, mereka diamankan sementara di Pos TNI AL Tambelan agar mereka tidak berjalan ke pemukiman warga.

Pada saat itu juga, unsur muspika setempat meminta mereka meninggalkan Pulau Tambelan untukĀ  mengantisipasi masuknya virus corona di wilayah Pulau Tambelan, Bintan. (met)