Metro Bintan

MTQ Bintan Tetap Dilaksanakan

Peserta dan Tamu Wajib Periksa Suhu Tubuh

Plt Bapelitbang Bintan, Moch Setioso bersama Camat Bintan Utara Firmansyah memantau lokasi Lasqi di Gedung Serba Guna PPLP, Tanjunguban, Bintan Utara, Senin (16/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan tetap menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  tingkat Kabupaten Bintan berlangsung selama 17-22 Maret 2020.

Hal ini diputuskan setelah Pemkab Bintan menggelar rapat persiapan MTQ tingkat Kabupaten Bintan yang dipimpin Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Bintan di Gedung Nasional (GN) Tanjunguban, Bintan Utara pada Senin (16/3) pagi.

“Ya sesuai arahan Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati serta menindaklanjuti imbauan pemerintah pusat dan provinsi, maka MTQ tingkat Kabupaten Bintan tidak ditunda, namun ada beberapa rangkaian  agenda kegiatan yang tidak dilaksanakan, “ujar Plt Bapelitbang Bintan, Moch Setioso usai rapat tersebut.

Adapun rangkaian agenda yang ditiadakan, sebutnya, pawai taaruf, stand pameran dan bazar, dan beberapa acara seperti tarian kolosan, musik qasidah pengiring tamu dan tari persembahan.

Selain itu, ada beberapa kegiatan yang dibatasi undangannya.

“Camat maksimal hanya membawa 20 orang tamu undangan. Di dalamnya sudah termasuk perwakilan tokoh agama dan masyarakat, “kata dia menjelaskan.

Untuk undangan VIP, kata dia, juga akan dibatasi.

“Hanya pimpinan unit kerja. Sedangkan PNS dan pegawai tidak hadir, “katanya.

Kemudian acara Laski pun dilakukan secara tertutup. “Hanya peserta dan tim juri saja. Tidak ada penonton, “kata dia.

Dia juga menyebut, ada 6 titik kegiatan selama MTQ tingkat Kabupaten Bintan yakni pembukaan di Gedung Nasional, Tanjunguban, Masjid Taqwa, Gedung Serba Guna PPLP, Masjid Baitul Rahman Pertamina, Darul Quran dan salah satu sekolah dasar negeri di Tanjunguban.

“Teknisnya nanti 1 jam sebelum kegiatan, semua pihak yang akan masuk ke tempat acara akan diperiksa suhu tubuhnya. Kemudian wajib menggunakan hand sanitizer, “jelasnya.

Sedangkan penggunaan masker, kata dia, dianjurkan bagi peserta dan pengunjung yang kurang sehat badan.

“Itu pun kita minta melapor ke panitia, “kata dia.

Bila dalam pelaksanaannya nanti, kata dia, ada peserta atau pengunjung yang terindikasi suhu badannya tinggi, maka akan langsung ditangani segera.

“Ini kerjanya emang agak ekstra. Tim medis disiagakan di lokasi, “tutupnya. (met)