Pariwisata

Pelabuhan BBT Lagoi, Masih Dipadati Turis

Jelang Singapura Terapkan Lockdown

Penumpang yang akan kembali atau wisata ke Singapura di pintu keberangkatan di Pelabuhan BBT Lagoi, Senin (16/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Feri di Pelabuhan Bandar Bintan Telani (BBT), Lagoi, Bintan masih melayani lintasan Lagoi-Singapura dan sebaliknya jelang pemerintah Singapura menetapkan status lockdown pada negaranya mulai Senin (16/3).

Pelabuhan international itu bahkan masih terlihat dipadati turis yang ingin kembali ke Singapura.

Kepala Seksi Informasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Kantor Imigrasi Klas II TPI Tanjunguban, Oddy Permana mengatakan, feri di Pelabuhan BBT Lagoi masih beroperasi.

“Hari ini 4 trip, datang dan berangkat, “ujarnya.

Dia menyebut, jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan BBT, Lagoi, Senin (16/3) sekitar 408 orang, sedangkan penumpang yang berangkat dari Pelabuhan BBT, Lagoi, Senin (16/3) sekitar 784 orang.

Penumpang yang akan kembali atau wisata ke Singapura di pintu keberangkatan di Pelabuhan BBT Lagoi, Senin (16/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

“Ada kemungkinan besok (jumlah penumpang) turun, “kata Oddy.

Hal ini kata dia karena feri yang melayani lintasan Lagoi-Singapura dan sebaliknya cuma 1 trip.

Dimana, keberangkatan dari Singapura – Lagoi sekitar pukul 11.10 waktu setempat dan dari Lagoi-Singapura sekitar pukul 14.35 waktu setempat.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengumumkan kebijakan lintas batas Singapura terkait penanganan penyebaran Covid-19.

Salinan yang diperoleh dari Kantor Imigrasi Klas 2 TPI Tanjunguban bahwa kebijakan ini mulai diterapkan pemerintah Singapura pada Senin (16/3) sekitar pukul 23.59 waktu Singapura.

Penumpang yang akan kembali atau wisata ke Singapura di pintu keberangkatan di Pelabuhan BBT Lagoi, Senin (16/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

Dalam salinan tersebut,  pengunjung (termasuk penduduk Singapura, pemegang Long Term Pass dan pengujung bebas visa 30 hari) yang akan masuk ke Singapura akan dikarantina di kediaman masing-masing di negera tersebut selama 14 hari.

Pengunjung juga wajib menunjukkan bukti tempat tinggal selama 14 hari. Apakah tempat tinggal di hotel selama 14 hari atau tempat tinggal kerabat di Singapura.

Bila nanti setelah dicek, pengunjung tidak mematuhi aturan sesuai bukti tempat tinggal maka pengunjung akan didenda 10.000 SGD dan atau penjara 6 bulan.

Kemudian pengunjung (bebas visa 30 hari) yang akan masuk ke Singapura yang merupakan warga negara ASEAN harus menyerahkan surat sehat sebelum melakukan perjalanan ke Singapura.

Apabila disetujui Kementerian Kesehatan Singapura, maka dibolehkan masuk. Apabila tidak diizinkan, maka tidak boleh memasuki maupun transit di Singapura. (met)