Peristiwa

Kakak Adik, Residivis Curanmor Ditangkap

Kakak adik dan seorang tersangka tindak pidana curanmor diamankan bersama barang bukti pencurian kendaraan bermotor di beberapa TKP di Tanjunguban saat diekspos di Mapolsek Bintan Utara, Selasa (17/3). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Unit Reserse dan Kriminal Kepolisian Sektor Bintan Utara kembali menangkap kakak adik, Dd, 17, dan Ih alias Bongkeng, 16, karena berulang kali melakukan tindak pidana pencurian kendaraan motor (curanmor) di Tanjunguban, Bintan Utara.

Selain kakak adik, polisi juga mengamankan tersangka lain bernama Rizki Maulana alias Iki Ompong, 19.

Kapolsek Bintan Utara, Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim, AKP Nasrun Sembiring mengatakan, dari tiga tersangka, pihaknya menyita 6 unit sepeda motor.

“Memang 6 unit motor, namun cuma 4 LP yang dibuat laporan. Pasalnya, ada korban yang tidak bisa menunjukkan bukti dokumen kepemilikan kendaraan, “jelas Nasrun.

Nasrun mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan kehilangan sepeda motor di Tanjunguban.

“Dari laporan itu, kita sebar anggota dan mengamankan tersangka Dd, “kata Nasrun.

Saat itu, Dd sedang mendorong sepeda motor kawannya dengan kaki di jalan raya dekat Kantor Imigrasi Tanjunguban.

Dari pengembangan, polisi mengamankan adiknya, Ih alias Bongkeng dan temannya Rizki Maulana alias Iki Ompong di Tanjunguban.

Berdasarkan pengakuan Dd ke penyidik, Nasrun mengatakan, Dd sudah dua kali melakukan pencurian kendaraan bermotor.

Tempat Kejadian Pertama (TKP) pertama di garasi rumah yang beralamat di jalan Yos Sudarso, Tanjunguban pada Selasa (18/2) sekitar pukul 03.00 WIB.

Dari korban bernama Sugiono, Dd mencuri 1 unit sepeda motor Honda Supra X BP 3484 BA.

TKP kedua di rumah milik Lian Satri Ramadhan dengan menggasak 1 unit motor Honda Astrea Grand C 100 Hitam BP 3181 EH pada Sabtu (29/2) sekitar pukul 03.00 WIB.

Sedangkan adiknya, Ih alias Bongkeng, kata Nasrun diamankan  berdasarkan hasil pengembangan.

Kepada penyidik Ih mengaku sudah dua kali mencuri sepeda motor.

TKP pertama di jalan Datok Syahbandar, Selasa (10/3) sekitar pukul 01.30 WIB. Ih mengasak 1 unit sepeda motor Jupiter Z warna biru BP 2910 BE milik Fernando Hamonangan.

TKP kedua di depan Ruko Pelita Arsaka, Tanjunguban pada Kamis (12/3) sekitar pukul 04.00 WIB dengan mengasak 1 unit sepeda motor Jupiter MX BP 4143 OB milik Kisharudin.

“Kakak adik ini residivis. Sudah berulang kali curanmor, bahkan sudah pernah dilakukan upaya diversi dan sudah pernah menjalani hukuman, “kata dia.

Dijelaskannya, selama ini kakak adik mencuri kendaraan yang tidak dikunci stang. Kendaraan didorong, kemudian mereka menyambungkan kabel.

“Kalau hidup, langsung dibawa, “katanya.

Dia menyebut, rata-rata kendaraan yang dicuri kondisinya bukan baru melainkan sudah di bawah 50 persen.

“Ya kendaraan yang dicuri sudah di bawah standar, “ujarnya.

“Kendaraan yang dicuri juga buat dipakai sendiri, tidak dijual. Jadi onderdil motor ini dibongkar dipasang ke motor lainnya,” kata dia.

Akibat perbuatan melanggar hukum, kakak adik dikenakan Pasal 363 ayat 1 ke 3e KUHP Tentang Pencurian Pemberatan junto Pasal 65 KUHP dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. (met)