Peristiwa

Isu Beredar, Banyak Ayam Mati di Bintan

Kasi Kesehatan Hewan DKPP Kabupaten Bintan, drh Iwan Beri Prima. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sebuah informasi menyebar melalui pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp pada Selasa (17/3) petang.
Pesan itu menyebutkan banyak ayam di daerah Gesek yang mati dan masyarakat diminta waspada untuk tidak makan ayam asal Bintan.

Kasi Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, drh Iwan Berri Prima mengatakan, pesan tersebut tidak benar.

Pihaknya sudah melakukan pemantauan dengan turun ke sejumlah peternak ayam di Bintan.

“Tidak benar banyak ayam yang mati di Bintan. Yang benar, ada ayam mati di kandang, namun jumlahnya tidak banyak, “ujarnya.

Kematian ayam tersebut sambungnya, bukan karena penyakit, tetapi karena cuaca panas yang ekstrim di kandang.

“Angka kematian ayam di kandang masih dalam batas normal, “ungkapnya.

Dia menjelaskan, Balai Veteriner Bukit Tinggi sudah melakukan pemeriksaan laboratorium pada akhir Desember 2019 lalu.

“Hasilnya Bintan negatif kasus flu burung, “jelasnya.

Iwan juga mengatakan, sampai saat ini Bintan masih menjadi daerah yang memasok kebutuhan daging ayam ke Tanjungpinang dan Batam.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya agar masyarakat mendapatkan produk pangan yang aman, sehat, utuh dan halal.

“Kita selama ini terus melakukan edukasi yang baik dan pengawasan yang ketat terhadap produk pangan asal hewan, termasuk daging ayam asal Bintan, “katanya.

Iwan meminta, agar masyarakat bijak dalam menggunakan media sosial.

“Saya minta masyarakat tidak ikut memviralkan berita yang belum jelas kebenarannya, “pintanya.

Dia mengimbau, masyarakat mengonsumsi daging ayam karena memiliki kandungan gizi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan Covid 19. (met)