Pariwisata

Sejumlah Hotel Masih Bertahan di Tengah Badai Corona

Kurangi Service dan Tak Operasikan Semua Properti

GGM PT BRC, Abdul Wahab menjelaskan kondisi kawasan wisata Lagoi di tengah wabah Covid-19 di Wisma BRC Lagoi, Sabtu (21/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sejumlah resort dan hotel di Bintan masih bertahan di tengah badai corona. Beberapa manajemen hotel dan resort mulai memutar akal supaya bisnis pariwisata bisa tetap bertahan seperti meminta karyawan untuk cuti. Bahkan muncul opsi merumahkan karyawan.

Tidak hanya itu, sejumlah service tourism mulai dikurangi bahkan ada beberapa properti resort dan hotel untuk sementara waktu tidak dioperasikan.

GGM PT BRC Abdul Wahab mengatakan, sejumlah hotel dan resort di kawasan wisata masih beroperasi meskipun saat ini okupansi sangat menurun drastis.

“Dampak Covid-19 ini mengurangi tamu, bahkan hampir zero, “kata Abdul Wahab saat ditemui di Wisma BRC Lagoi, Sabtu (21/3) siang.

Dia menyebut, Kamis (19/3) tiga hari yang lalu, penumpang feri Singapura-Lagoi yang tiba di Pelabuhan International Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi sebanyak 11 orang.

“Kemarin (Jumat, 20/3) 4 orang dan hari ini 4 orang, “ujarnya.

Kendati demikian, dia mengatakan, operasional hotel dan resort tetap berjalan. Hanya, ada beberapa service tourism yang ditiadakan ataupun dikurangi.

“Mengurangi lainnya tapi satu lainnya tetap berjalan, “urainya.

“Ada tidak ada tamu, sekuriti dan elektrik serta maintenance harus jalan. Service tourism dikurangi, “jelasnya.

Dikatakannya semua hotel dan resort masih buka, bahkan pusat-pusat keramaian di Lagoi masih buka seperti di Plaza Lagoi dan Feri Terminal juga masih beroperasi. Hanya Safari Lagoi yang tutup sementara.

“Kita masih buka, kecuali ada aturan pemerintah yang meminta tempat pariwisata tutup, “imbuhnya.

Dia juga mengatakan, PT BRC juga mengambil beberapa kebijakan yang sifatnya membantu hotel dan resort di tengah kondisi saat ini.

“Ada beberapa kebijakan yang kita lakukan untuk membantu pengusaha di resort di Lagoi, “paparnya.

Hingga kini juga, dia menegaskan belum ada hotel dan resort yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ke karyawan.

“PHK tidak ada. Yang ada akan merumahkan karyawan, itu pun kita konsultasi ke Disnaker, “tukasnya.

Di tengah wabah covid-19, Abdul Wahab menjelaskan, ada sejumlah pembangunan hotel yang tetap dilakukan. Bahkan pekerjaan konstruksi sejumlah hotel tersebut dikerjakan siang malam.

“Kita targetkan selesai 2021 atau 2020. Ditargetkan penambahan sekitar 700 kamar, “jelasnya.

Yang dilakukan di tengah wabah Covid-19, dia mengatakan, pihaknya menjalankan SOP sesuai WHO.

“Kita lakukan pengecekan suhu tubuh ke pengunjung yang tiba dan berangkat melalui pelabuhan. Kemudian pengunjung yang masuk melalui pos I juga diperiksa suhu tubuh, “tuturnya.

Kemudian, masih kata dia, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah properti di kawasan Lagoi, mulai hotel and resort, perlabuhan, sekolah di Bintan Resort, tempat ibadah dan lainnya termasuk juga objek wisata mangrove.

“Jadi kalau badai Covid 19 ini berakhir, kita langsung siap, “harapnya.

Sementara Manager Operasional PT BRC, Ahmad Yani mengatakan, pihaknya telah menjalankan standar operasional dalam pencegahan penyebaran Covid-19 baik pengunjung yang datang melalui jalur laut maupun jalur darat.

“Kita sudah dibekali bagaimana melakukan pencegahan dan penanganan, “urai Ahmad Yani.

Sementara itu, seorang karyawan di salah satu resort mengakui bahwa saat ini manajemen hotel tempat kerjanya mendorong karyawan untuk mengambil cuti.

“Ya karena sepi kita ditanya siapa yang mau ambil cuti. Cutinya bergantian dengan karyawan lain, “jelas Ahmad Yani.

Tak hanya itu, karena sepinya tamu, diakuinya ada beberapa properti hotel yang tidak dioperasikan untuk sementara waktu seperti restauran dan properti menginap lainnya.

“Jadi misalkan tamu untuk properti menginap yang kelasnya menengah diarahkan ke properti menginap yang kelasnya mewah. Karena properti yang kelasnya menengah tutup sementara waktu, “tutupnya. (met)