Peristiwa

Mangrove Menguning Diduga Akibat Penimbunan Laut

Aktivitas penimbunan mangrove di sekitaran Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Bintan Utara. F.Kiriman Anto untuk Batam Pos

PRO BINTAN – Pohon mangrove di sekitaran Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Bintan Utara terancam mati.

“Daun-daun mangrove sudah mulai menguning, “ujar seorang warga Tanjunguban mengaku bernama Anto.

Pohon mangrove menguning, menurut dia, karena berlangsung aktivitas penimbunan laut dan mangrove sehingga menyebabkan aliran air laut terhalang masuk ke pohon mangrove di sana.

“Kalau ini dibiarkan akan menganggu habitat laut dan merusak lingkungan, “ungkapnya.

Disinggung penimbunan itu untuk dibangun apa? Dia menjawab kabar yang diterimanya akan dibangun pelabuhan rakyat.

Untuk karena itu, dia berharap pemerintah dan pihak kepolisian dapat menghentikan aktivitas penimbunan ini.

Sementara itu, Camat Bintan Utara Firman Setiawan saat dikonfirmasi mengaku sudah turun ke lokasi.

“Ya kemarin kita sudah turun bersama Reskrim Polres. Dari pihak pemilik lahan pengakuannya tidak ada pembangunan, cuma merapikan lahannya yang tergerus, “jelasnya.

Aktivitas penimbunan mangrove di sekitaran Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Bintan Utara. F.Kiriman Anto untuk Batam Pos

Akan tetapi yang menjadi persoalan, kata Firman, aliran sungai yang tertutup sehingga menganggu aliran air ke pohon mangrove.

“Ini yang kita minta ke mereka agar dibuka aliran sungai ke mangrove, “ujarnya.

Dia juga menyebut, persoalan ini sudah ditangani pihak Reskrim Polres Bintan.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin mengaku sudah menghentikan aktivitas penimbunan itu.

“Kami sudah turun. Hari ini kita minta mereka ke Polres untuk klarifikasi terkait pekerjaan penimbunan di sana, “kata Agus, Kamis (26/3) siang.

Terkait izin dan akan dibangun apa di sana? Ia menjawab masih menunggu klarifikasi dari pihak yang melakukan penimbunan di lokasi laut dan mangrove itu.

Terkait hal ini, Agus akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk status lahan.

Sementara Kepala KPHP Unit IV Bintan Tanjungpinang, Ruah A Maha belum berhasil dikonfirmasi. (met)