Peristiwa

Penumpang RoRo Tanjunguban-Telagapunggur Turun Drastis

Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan sedang mengecek suhu tubuh penumpang kapal RoRo yang akan berangkat di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Jumat (27/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Ditemukannya kasus warga Kepulauan Riau (Kepri) yang dinyatakan positif corona berimbas turunnya jumlah penumpang kapal RoRo Tanjunguban, Bintan-Telagapunggur, Batam.

Supervisi ASDP Tanjunguban, Astuni mengatakan, jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan-Telagapunggur, Batam menurun drastis sekitar 70 persen.

“Orang pada takut menyeberang, “ujarnya.

Astuni menyebut, ASDP Batam memberlakukan penyeberangan Tanjunguban-Telagapunggur dan sebaliknya masih 11 trip sehari. Demikian juga jumlah kapal yang melayani lintasan tersebut masih 4 kapal sehari.

Namun, penumpang dan kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban ke Telagapunggur menurun drastis.

“Kendaraan paling banyak 7 unit, sedangkan penumpang lebih kurang 20 orang, “ungkapnya.

Dalam sehari, ia memperkirakan, jumlah yang menyeberang sekitar 200 sampai 300 an penumpang. Padahal sebelum mewabahnya kasus corona, sehari jumlah penumpang yang menyeberang lebih seribu orang penumpang.

“Sebelum corona, kendaraan 250 unit sehari yang menyeberang. Kalau sekarang tak sampai 100 unit, “kata dia.

Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan sedang mengecek suhu tubuh penumpang kapal RoRo yang akan berangkat di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Jumat (27/3) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

Untuk mencegah penyebaran virus corona, saat ini pihaknya bekerjasama dengan petugas karantina kesehatan pelabuhan (KKP).

Dimana, setiap penumpang yang hendak berangkat akan diperiksa suhu tubuhnya.

“Kalau penumpang datang tidak diperiksa suhu tubuh, karena sudah diperiksa dari Batam, “jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyediakan tempat cuci tangan sehingga penumpang bisa setiap saat cuci tangan.

Dan setiap hari, pihaknya melakukan penyemprotan disinfektan ke fasilitas umum di pelabuhan dan kapal.

“Setiap pagi kami semprot disinfektan. Kalau kapal disemprot sebelum muat, “katanya.

Astuni mengimbau penumpang tidak berdekatan atau jaga jarak dan tidak berkontak.

“Di kapal kita kasih tanda silang di kursi, agar penumpang duduk berjarak. Penumpang tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, “imbaunya. (met)