Peristiwa

Pelabuhan yang Dilewati 39 TKA Tiongkok Disemprot Disinfektan

Sejumlah warga Tanjunguban melakukan penyemprotan di pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan Utara, Rabu (1/4) pagi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Dermaga dan jalan di pelabuhan yang dilewati 39 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang akan dipekerjakan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) saat tiba di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan Utara, Selasa (31/3) lalu, disterilkan.

Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan sejumlah warga dan pemuda Tanjunguban pada Rabu (1/4) pagi. Seorang pemuda Tanjunguban, Miswanto menyesalkan masuknya para pekerja asing asal Tiongkok ke Tanjunguban pada saat masyarakat sedang memerangi dan memutus mata rantaiĀ  virus corona.

“Kita lagi sibuk menyemprot disinfektan di sejumlah titik, di pelabuhan malah masuk pekerja asing Tiongkok, “kata dia saat melakukan penyemprotan disinfektan di jalan dan dermaga pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban pada Rabu (1/4).

Hal ini dilakukan juga untuk mensterilkan kawasan pelabuhan yang dilewati para pekerja asing tersebut. Dia juga menyesalkan sikap pemerintah yang tidak tegas. Pasalnya, masyarakat diminta tetap berada di rumah, bahkan banyak karyawan perusahaan yang sudah dirumahkan sementara pekerja asing malah masuk untuk bekerja di sini.

Dia pun mempertanyakan prosedur masuknya pekerja asing Tiongkok yang tidak dikarantina selama 14 hari meskipun mereka memiliki surat kesehatan.

“Kan kita tahu masa inkubasi 14 hari. Baiknya setrilkan dulu lah mereka waktu pertama masuk Indonesia, agar benar-benar seteril tubuh mereka, “katanya.

“Kita melihat SOP penanganan antisipasi virus corona tidak dijalankan, “tambahnya.

Kepada manajemen PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), dia melihat kurang peduli terhadap kondisi yang terjadi saat ini.

“Kita minta instansi yang berkaitan dengan hal ini bisa bertindak tegas terhadap para pekerja asing dan PT BAI, “tegasnya. (met)