Peristiwa

53 TKI Ilegal Masuk Lewat Bintan

Polisi Diminta Selidiki Penyalur

Para TKI ilegal yang diamankan di Tanjunguban, Kamis (9/4) sore. F.Polres Bintan untuk Batam Pos

PRO BINTAN – Puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia kembali lolos ke Bintan, Kepri. Kali ini mereka yang berangkat dari Johor, Malaysia tiba di Bintan melalui pelabuhan tidak resmi di Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (9/4) sekitar pukul 06.00 WIB.

Para TKI ilegal ini baru diamankan aparat, Kamis (9/4) sekitar pukul 16.00 WIB. Selanjutnya mereka diamankan di aula Kantor Camat Bintan Utara. Awalnya mereka tiba di Tanjunguban berjumlah 53 orang terdiri dari 46 orang laki-laki dan 7 orang perempuan.

Namun, 5 orang lainnya sudah memperoleh tiket dan menyeberang ke Batam. Sehingga menjadi 48 orang TKI.

“Ya lainnya sudah dapat tiket dan menyeberang ke Batam,” ujar seorang TKI ilegal saat diperiksa di aula Kantor Camat Bintan Utara, Jumat (10/4) siang.

Adapun TKI ilegal yang diamankan yakni asal Jambi yakni Mustang alias Ambok, 27, Usman,22, Anwar Suhardi, 23, M Aris, 32, Rusli, 31, Wahyu, 23, Baharuddin,29, Bagus Santri, 19, Sepriadi, 24 dan Elis, 28.

Asal Jawa Tengah yakni Andi Hendro, 34, Sayakun, 36, Ahmad Muhklisin, 23, Budi Purnomo, 27, Suwondo, 35, Suwarno, 33, Mujit, 34. Asal Medan yakni M. Asri, 22, M Zainal, 28, M.Faisal, 23, Syukur, 30, Syaiful, 28, Ayu Ayuni Tanjung, 26, Diki, 23, Fery, 27, Heru, 28.

Asal Sampang Madura yakni Kobir, 30, Rokip, 30, Syaifudin, 35, Fatimah, 35, Solihati, 37, Muriyah, 30, Minah, 35, Haniyah, 26. Asal Lombok yakni Juslan, 38, Irwan Wadi, 23, Dayan, 45, Satrul, 21, Hafiz, 22, Ahmad Sukardi, 34. Asal Aceh Padlan yakni Sabukit, 19, asal Padang yakni Efri, 28, Jepri, 23 dan Robi, 26.

Asal Lampung yakni Selamet Sutrisno, 38, Jogjakarta yakni Suprianti, 40 dan Jawa Barat Taufik, 27 serta Abdul Ghani, 26.

Diamankannya para TKI ilegal ini membuat Bupati Bintan, Apri Sujadi mengelar rapat di Gedung Nasional Tanjunguban, Jumat (10/4) pagi.

Rapat dihadiri Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, Plt Bapelitbang Setioso dan Camat Bintan Utara Firman Setiawan serta, Dandim, Danramil dan Kafasharkan serta Kepala Karantina Kesehatan Pelabuhan.

Bupati Bintan, Apri Sujadi menekankan semua pihak harus mengawasi keluar masuk orang. Terlebih pengawasan terhadap tenaga kerja Indonesia ilegal yang masuk melalui pintu-pintu tidak resmi.

Terhadap 48 TKI ilegal, dia meminta agar dilakukan protokol penanganan covid-19.

“Kemarin sudah dicek suhu tubuh, tidak ada yang tinggi. Namun kita minta dilakukan rapid tes,” tegasnya.

Selajutnya para TKI ilegal ini akan diambil berita acaranya oleh penyidik kepolisian. Setelah itu, mereka akan dipulangkan dengan difasilitasi BP3TKI.

“Keluar masuk orang memang harus disterilkan 14 hari. Itu pertimbangan kesehatan. Kalau saya tidak mau mereka lama-lama di sini untuk memberikan rasa nyaman di sini,” katanya.

Dia juga meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas pelaku penyelundupan TKI ilegal.

“Saya minta ditindak. Asetnya disita Tidak bisa main-main, tidak bisa mereka membuang begitu saja TKI ilegal di sini. Selama ini kita tahu siapa saja yang bermain di jalur ini. Saya minta harus ada penegakkan hukum,” tegasnya.

Camat Bintan Utara, Firman Setiawan mengatakan, para TKI ilegal ini sudah dilakukan rapid tes. Hasilnya negatif.

“Sekarang mereka masih di BAP, setelah ini akan dipulangkan ke daerahnya,” kata dia singkat.

T Sianturi tokoh serikat mengatakan, TKI ilegal yang masuk ke Bintan harus ditangani sesuai protokol penanganan covid19.  Selain dari itu, dia meminta proses hukum bagi yang membawa masuk harus juga dilakukan.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait pengurus TKI tersebut. (met)