Peristiwa

Warga Minta Jalur Kapal Pelni ke Kijang Ditutup Sementara

Sejumlah warga membentangkan spanduk meminta jalur pelayaran kapal Pelni ke Kijang ditutup sementara di depan SPBU, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Senin (13/4). F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Sejumlah warga Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan membentangkan spanduk bertuliskan masyarakat meminta jalur Pelni pelayaran menuju ke Kijang ditutup sementara di depan SPBU Kijang, Senin (13/4).

Pasalnya, KM Kelud biasa bersandar di Pelabuhan Sribayintan, Kijang, diketahui membawa penumpang reaktif covid-19 saat kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Minggu (12/4).

Seorang warga Kijang, Asri Suherman mengatakan, masyarakat sudah was-was dengan penyebaran virus corona yang terbilang cepat.

Terlebih, adanya puluhan penumpang KM Kelud menunjukkan reaktif Covid-19 setelah menjalani Rapid Diagnostic Test (RDT) di Batam.

“Kita tau kapal itu bersandar juga di Kijang. Kita was-wasla dengan kejadian ini. Kita minta pemerintah menutup jalur kapal Pelni menuju ke pelabuhan Sribayintan Kijang untuk sementara waktu,” kata dia.

Dengan ditutupnya jalur pelayaran kapal Pelni menuju ke pelabuhan Sribayintan Kijang, dia berharap dapat mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Sebagaimana diketahui, di Kecamatan Bintan Timur sudah terdapat 16 Orang Dalam Pemantauan (ODP) sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 2 orang di Kijang Kota.

Sedangkan di Sei Lekop terdapat 5 orang ODP dan 2 orang PDP. (met)