Kabar Pemkab

Apri Sampaikan LKPJ 2019 Lewat Video Conference

Bupati Bintan, Apri Sujadi didampingi Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam menyampaikan LKPJ tahun anggaran 2019 lewat video conference di Kantor Bapelitbang Bintan, Senin (20/4). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos

PRO BINTAN – Bupati Bintan, Apri Sujadi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bintan Tahun Anggaran 2019, Senin (20/4). Namun, penyampaian LKPJ kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Didampingi Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, Bupati Bintan Apri Sujadi menyampaikan LKPJ Bupati Bintan Tahun Anggaran 2019 lewat video conference  Video Conference dilakukan di dua tempat, yakni di Kantor Bapelitbang Bintan dan Kantor DPRD Bintan, Senin (20/4) pagi.

Dalam LKPJ kali ini, Apri menyampaikan, metode video conference  merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri yang menyampaikan agar LPKJ kepala daerah tetap dilaksanakan dengan meniadakan banyak orang.

“Di Kantor Bapelitbang hanya beberapa pejabat saja. Semuanya¬† diperiksa suhu badannya. Kemudian mencuci tangan dengan sabun,” ujarnya.

Dikatakannya, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 1,25 triliun lebih, dapat direalisasikan sebesar Rp 1,32 triliun lebih atau sebesar 105,57 persen.

Artinya pendapatan daerah tahun 2019 melebihi target dari yang ditetapkan sebesar Rp 69,69 milyar lebih.

Adapun rinciannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 256,74 miliar lebih, terealisasi sebesar Rp 372,15 miliar lebih atau sebesar 144,95 persen.

Berdasarkan dari sumber Pendapatan Asli Daerah seluruhnya melebihi target yang telah ditetapkan, dari penerimaan Pajak Daerah sebesar 149,06 persen, penerimaan Retribusi Daerah terealisasi sebesar 142,34 persen, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan sebesar 115,69 persen dan, Lain-lain PAD yang sah sebesar 129,56 persen.

Adapun pendapatan daerah yang bersumber dari Dana Perimbangan dapat direalisasikan sebesar Rp 805,32 miliar lebih atau 96,62 persen, menurun dari target yang ditetapkan sebesar Rp 833,51 miliar lebih, terdiri dari Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak sebesar Rp 88,87 miliar lebih, Dana Alokasi Umum sebesar Rp 514,70 miliar lebih dan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 163,71 miliar lebih.

Sedangkan untuk pendapatan daerah yang bersumber dari lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah terealisasi sebesar Rp 144,43 miliar lebih.

Untuk Belanja Daerah, terdiri dari Belanja Tidak Langsung dan BelanjaLangsung. Belanja Daerah pada Tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp 1,46 triliun lebih dan direalisasikan sebesar Rp 1,32 triliun lebih atau mencapai sebesar 90,67 persen.

Dengan rincian sebagai berikut Belanja Tidak Langsung dialokasikan sebesar Rp 656,57 miliar lebih dengan realisasi mencapai Rp 603,20 miliar lebih atau 91,87 persen terdiri dari Belanja Pegawai dialokasikan sebesar Rp 502,70 miliar lebih direalisasikan sebesar Rp 456,49 miliar lebih atau 90,81 persen, Belanja Hibah dialokasikan sebesar Rp 16,79 miliar lebih direalisasikansebesar Rp 15,39 miliar lebih atau 91,67 persen, Belanja Bantuan Sosial dialokasikan sebesar Rp 10 milyar lebihdirealisasikan sebesar Rp 7,40 miliar lebih atau 73,99 persen, Belanja Bantuan Keuangan dialokasikan sebesar Rp 125,06 miliar lebih direalisasikan sebesar Rp 123,91 miliar lebih atau 99,08 persen dan untuk Belanja Tidak Terduga dialokasikan sebesar Rp 2 miliar dan direalisasikan sebesar Rp 1,5 juta atau 0,08 persen.

Sementara itu untuk Belanja Langsung dialokasikan sebesar Rp 807,58 miliar lebih dapat direalisasikan sebesar Rp 724,34 miliar lebih atau mencapai 89,69 persen, terdiri dari Belanja Pegawai yang dialokasikan sebesar Rp 110,27 miliar lebih direalisasikan sebesar Rp 97,70 miliar lebih atau 88,60 persen, Belanja Barang dan Jasa dialokasikan sebesar Rp 363,78 miliar lebih direalisasikan sebesar Rp 327,80 miliar lebih. (met)