Metro Bintan

Stok Bahan Pokok Bintan Mulai Menipis

Seorang pembeli sedang membeli sayuran di warung Sayur Segar, KM 16, Toapaya, Bintan, Selasa (21/4) siang. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Stok sejumlah komoditi bahan kebutuhan pokok di Bintan menipis. Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bintan, stok gula pasir tersedia sekitar 125 ton sedangkan kebutuhan diprediksi sekitar 137 ton sebulan.

Diprediksi stok gula pasir hanya cukup 1 bulan. Sementara stok tepung terigu sekitar 35 ton sedangkan kebutuhan sekitar 239 ton. Diprediksi stok tepung terigu yang tersedia hanya cukup untuk 4 hari ke depan.

Kemudian stok minyak goreng sekitar 146 ton, sedangkan kebutuhan diperkirakan 204 ton. Stok tersedia hanya cukup untuk 22 hari ke depan.

Sementara itu stok bawang merah sekitar 30 ton cukup untuk 19 hari ke depan, sedangkan kebutuhan sekitar 47 ton. Selanjutnya stok bawang putih sekitar 21 ton cukup untuk 21 hari ke depan, sementara kebutuhan sekitar 31 ton.

Menanggapi hal ini, Kadis DKPP Bintan, Khairul mengatakan kondisi ini karena pasokan sejumlah bahan pokok dari sejumlah daerah berkurang. Akan tetapi, dia memastikan stok sejumlah bahan pokok tersebut di pasar masih tersedia.

“Stoknya berkurang namun barang datang terus, sehingga harga di pasaran masih stabil,” kata Khairul.

Selain sejumlah komoditi yang berkurang, Khairul memastikan
stok beras di Bintan aman hingga Lebaran. Karena Perum Bulog sudah menyatakan stok beras sekitar 1.932 ton ditambah cadangan pemerintah sekitar 7 ton. Terlebih petani Bintan kata dia sudah memproduksi beras lokal sebanyak 2,5 ton.

Khairul juga menyinggung terjadi lonjakan harga daging ayam sekitar Rp 3 ribu.

“Hari ini info dari peternak karena menyesuaikan produksi saja, nanti akan kembali normal,” kata dia.

Sementara Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanudin meminta masyarakat tidak panik dengan memborong bahan kebutuhan pokok di tengah pandemi Covid-19.

“Jangan ada panic buying karena stok pangan masih cukup,” katanya.

Sementara itu, pemilik warung Sayur Segar di Km 16 Toapaya, Sandy menuturkan, stok sejumlah komoditi masih tersedia. Sebagian justru mengalami turun harga dari sebelumnya. Ia menyebut, gula pasir saat ini Rp 15 ribu per kilo sebelumnya Rp 14,5 ribu per kilo. Kemudian tepung terigu harga stabil sekitar Rp 7,5 ribu.

“Kadang naik Rp 1 atau 2 ribu,” ujarnya.

Harga 1 goni tepung terigu ukuran 25 kilo, kata dia beragam mulai Rp 145 ribu, Rp 150 sampai Rp 153 ribu.

“Yang kami jual Cap Dragon harga Rp 154 ribu per goni ukuran 25 Kilogram,” kata dia.

Kemudian harga bawang merah mulai bawang merah Birma seharga Rp 28 ribu, bawang merah Jawa sekitar Rp 38 ribu per kilo, bawang bombay Rp 22 ribu. Sedangkan bawang putih seharga Rp 38 ribu, dimana sebelumnya Rp 42 ribu.

“Malah turun harganya,”katanya.

Kemudian minyak goreng merek sip seharga Rp 11 ribu untuk kemasan bantal dan Rp 12 ribu kemasan tegak. Gula merah naik dari Rp 15 sampai Rp 16 ribu saat ini Rp 16 ribu sampai Rp 20 ribu. Gula merah hitam seharga Rp 17 ribu.

Untuk harga sayuran naik, kata dia rata-rata mengalami kenaikan seperti Kankung Rp 9 ribu sebelumnya Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu
Bayam Rp 10 ribu dari sebelumnya Rp 5 sampai 6 ribu per kilo. Sawi hijau Rp 15, dari sebelumnya Rp 7 ribuan. Kol Rp 7 ribu.

“Kalau sayuran lihat kondisi cuaca,” ungkapnya.

Kemudian cabai Cabai dari medan, cabe merah turun karena skrg lokal banyak. Cabe merah lokal Rp 24 ribu, kalau cabai merah
dari Medan Rp 34 ribu. Sebelumnya merah lokal Rp 32 ribu dan
cabai merah Medan seharga Rp 45 ribu Cabai hijau sekitar Rp 17
ribu, turun dari sebelumnya Rp 24 ribu per kilo. Telur ayam Rp 41 ribu per papan dari sebelumnya Rp 44 ribu per papan.

“Harga daging ayam menjadi Rp 40 ribu sekilo sebelumnya Rp 28 ribu,” kata dia menjelaskan sebelumnya sempat banjir produksi ayam. (met)