Peristiwa

Warga Pertanyakan Proses Hukum Kasus Penyelundupan TKI Ilegal

Rumah yang diduga kantor penyelundup TKI Ilegal di Pelabuhan Gentong, Tanjunguban, disegel polisi. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos.

PRO BINTAN – Sejumlah warga Bintan mempertanyakan proses hukum penyelundupan 48 TKI Ilegal dari Malaysia ke Bintan pada awal April 2020.

Kendati pompong dan kantor diduga milik penyelundup TKI ilegal di Pelabuhan Gentong, Tanjunguban sudah dipolice line, namun sampai saat ini penyelundup TKI ilegal belum diamankan.

Seorang warga Bintan, Hendri menanyakan sudah sejauh mana proses hukum kasus TKI Ilegal yang menyelundupkan orang dari negara yang sedang mewabah Covid-19 ke Bintan.

“Sudah sampai mana proses hukum dan tindakannya,” kata dia.

Dia meminta aparat serius mengungkap kasus penyelundupan TKI ilegal terlebih di tengah masa pandemi Covid-19.

Dia juga berharap, tidak hanya warga yang diminta patuh untuk berada di rumah saja, menjaga jarak dan menggunakan masker untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Namun, penyelundup TKI justru dibiarkan leluasa memasukkan orang dari luar negara.

“Jangan hanya warga yang berjualan dan berkumpul saja yang ditindak, tapi di sisi lain mereka malah menyelundupkan TKI,” kata dia.

Dia berharap, hukum ditegakkan terlebih tindakan yang dilakukan penyelundup TKI ilegal membahayakan keselamatan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, aparat gabungan mengamankan 48 TKI yang baru tiba dari Malaysia di Tanjunguban, Bintan.

Puluhan TKI itu dibawa ke aula Kantor Camat Bintan Utara untuk dilakukan tes rapid mengingat lagi masa pandemi Covid-19. Hasilnya non reaktif.

Akhirnya setelah diperiksa polisi, para TKI itu dikembalikan ke daerahnya. (met)