Metro Bintan

Kadisnaker : THR Tetap Dibayarkan Penuh

ilustrasi

PRO BINTAN – Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja tetap harus dibayarkan penuh meskipun di tengah kondisi lesunya ekonomi akibat wabah Covid-19.

Kadisnaker Bintan Indra Hidayat mengatakan, THR bagi pekerja tetap harus dibayarkan penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

Dia menjelaskan, saat ini pembayaran THR masih mengacu pada Peraturan Kementerian Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016.

Dimana berbunyi pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja 1 bulan tetap mendapatkan THR keamagaan dari perusahaan. Sedangkan pekerja atau buruh yang memiliki masa kerja 12 bulan terus menerus atau lebih maka akan mendapatkan THR dengan besaran 1 bulan upah.

Selain itu, Bupati Bintan Apri Sujadi juga telah mengeluarkan surat imbauan nomor 208 tahun 2020 tentang Penanganan Dampak Covid-19 di Lingkungan Perusahaan di Kabupaten Bintan.

Salah satu point dalam surat imbauan itu agar perusahaan memperhatikan pekerja yang dirumahkan atau terkena penyesuaian jam kerja agar tetap mendapatkan THR sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Ya kita masih ikuti ketentuan yang berlaku,” kata Indra.

Ketua PC SPSI Pariwisata Bintan, Mansur. F.Dokumen Pribadi untuk Batam Pos

Kecuali masih kata Indra apabila Kemenaker mengeluarkan aturan baru terkait kebijakan THR yang terkena dampak Covid 19.

“Sampai hari ini belum keluar aturannya,” kata dia.

Sementara itu, Ketua PC SPSI Pariwisata Bintan, Mansur mengatakan, THR wajib dibayarkan perusahaan secara penuh.

“Sesuai ketentuan. Kalau masa kerja 6 bulan mungkin THR dibayarkan 50 persen,” kata dia.

Kendati pekerja dirumahkan, dia menegaskan THR tetap harus dibayarkan penuh. Karena THR merupakan hak pekerja dibayarkan setahun sekali.

Dia mengatakan, saat ini sejumlah perusahaan merumahkan pekerjanya karena dampak Covid-19.

“Ya dirumahkan, tetap bekerja selama 14 hari dan gaji diterima 50 persen. Walau mereka dirumahkan, THR wajib diterima penuh,” tegasnya. (met)