Peristiwa

Karyawan PHK dan Dirumahkan di Bintan Bertambah

Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat. F.Slamet Nofasusanto / Batam

PRO BINTAN – Jumlah karyawan dirumahkan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Bintan terus bertambah.

Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat mengatakan jumlah karyawan dirumahkan dan di PHK di Bintan terjadi penambahan.
Berdasarkan data Disnakar Bintan, pada Maret 2020 masih 7 perusahaah yang melaporkan PHK dan merumahkan karyawan karena terimbas Covid-19.

“Saat itu masih 363 orang karyawan dirumahkan, dan di PHK sekitar 612 orang karyawan,” ungkapnya.

Saat ini, kata Indra, sudah ada 21 perusahaan di Bintan melaporkan melakukan PHK dan merumahkan karyawan.
Dari 21 perusahaan itu, 658 orang karyawan di PHK sedangkan dirumahkan 1.567 orang karyawan.

Dia menjelaskan sebagian besar karyawan yang di PHK habis masa kerjanya seperti di PT Bintan Onbase Resort terdapat sekitar 405 karyawan di PHK karena kontrak kerja telah berakhir.
Selain 21 perusahaan tersebut, dia menyebut ada dua perusahaan berencana merumahkan karyawannya yakni PT Pulau Cempedak dan PT Pulau Nikoi.

“PT Pulau Cempedak sekitar 116 orang karyawan dan PT Pulau Nikoi sekitar 132 orang karyawan. Rencana mulai 1 sampai 31 Mei ini,” kata dia. (met)