Peristiwa

Prihatin Banyak Buruh Jadi Korban Covid-19

Kondisi industri manufacturing di Kawasan Industri Bintan (KIB), Lobam masih berjalan normal di tengah pandemi Covid-19. Terlihat seorang pekerja di salah satu perusahaan di Lobam. F.Slamet Nofasusanto / Batam Pos

PRO BINTAN – Di tengah pandemi Covid-19, buruh di Kabupaten Bintan memperingatinya dengan perasaan prihatin. Pasalnya banyak dari buruh yang menjadi korban Covid-19.

Penasehat FKUI SBSI, T Sianturi mengaku prihatin dengan kondisiĀ  tenaga kerja saat ini di tengah pandemi Covid-19. Dia menyebut, banyak sekali perusahaan yang merumahkan bahkan melakukan PHK akibat Covid-19.

Di Bintan sendiri, kata dia, sekitar 2 ribu pekerja yang terdampak Covid-19.

Di tengah kondisi saat ini, dia berharap pekerja dan pengusaha bisa bersama-sama bersinergi untuk setidaknya mempertahankan perusahaan yang masih eksis saat ini.

Sementara itu, Ketua PC FSPMI Bintan, Andi Sihaholo menyesalkan masih ada perusahaan di Kawasan Industri Bintan, Lobam yang tidak meliburkan pekerjanya di hari Buruh.

“Ya ada 3 perusahaan yang tidak meliburkan pekerjanya pada hari ini. Saya sudah konfirmasi keĀ  perusahaan tersebut, pihak perusahaan sudah koordinasi dengan Disnaker,” kata dia.

Dia menyesalkan Disnaker yang membolehkan perusahaah tidak meliburkan pekerjanya di hari buruh.

Sementara itu, Kadisnaker Bintan Indra Hidayat mengatakan, tidak ada aturan bahwa perusahaan melarang pekerjanya bekerja di hari buruh. Juga tidak ada aturan perusahaan harus meliburkan pekerjanya.

Hanya, dia menjelaskan, perusahaan yang mempekerjakan pekerjanya di hari libur maka harus membayarkan upah pekerjanya sesuai aturan yang berlaku.

“Kewajiban perusahaan ialah membayar upah lembur jika mempekerjakan pekerjanya di hari libur seperti saat ini,” kata dia.

Dia menegaskan perusahaan yang mempekerjakan pekerjanya di hari libur seperti Hari Buruh saat ini wajib membayarkan upah lemburnya.

Sementara itu, Indra juga menyampaikan, peringatan Hari Buruh di Bintan akan diganti kegiatan peduli terhadap pekerja yang dirumahkan dan di PHK. Terutama pekerja dari sektor pariwisata yang banyak terdampak Covid-19.

“Kita dan Wasnaker provinsi mendukung kegiatan ini yang digagas pengurus Forum HR dan serikat pekerja, dimana perusahaan akan bagikan beras ke pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan akibat Covid. Rencananya tanggal 5 sampai 7 Mei nanti,” katanya. (met)