Kabar Pemkab

Kembangkan Sektor Pertanian Selama Covid-19

Panen padi di lahan pertanian di Poyotomo, Desa Sri Bintan, Teluk Sebong belum lama ini. F.DKPP Bintan untuk Batam Pos

PRO BINTAN – Untuk menjaga ketahanan pangan selama pandemi Covid-19, Kabupaten Bintan mengembangkan sektor pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bintan, Khairul mengatakan, khusus menjaga ketahanan pangan selama pandemi Covid-19, pihaknya melakukan beberapa kegiatan khusus.

“Khusus selama pandemi Covid-19 kita fokus mengembangkan sektor pertanian,” ujarnya.

Dia menyebutkan, saat ini mulai dikembangkan penanaman padi dengan luas sekitar 10 hektare (Ha) dan penanaman jagung di lahan seluas lebih kurang 10 Ha.

“Kegiatan lainnya pemanfaatan lahan perkarangan untuk 20 Kelompok wanita,” sebutnya.

Khairul juga menjamin ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Bintan selama Ramadan, menjelang Idul Fitri dan selama pandemi Covid-19 cukup.

Karena menurut dia, beberapa kegiatan pengembangan usaha pertanian sudah berjalan, sepertiĀ  penanaman cabai seluas 30 Ha oleh 10 kelompok tani dimulai November dan Desember 2019 lalu.

Selain itu, penanaman beragam jenis sayuran oleh 7 kelompok di lahan seluas 19 Ha juga sudah berjalan mulai Desember 2019 dan Januari 2020.

“Usaha ini sudah mulai panen, dan petani terus menanam sayuran jenis lainnya bahkan hasil sayuran dari Bintan sudah dipasarkan ke pasar Bintan sendiri, Batam dan Tanjungpinang,” jelasnya.

Sebelumnya, juga dilakukan pengembangan padi sawah luas 20 Ha.

“Sudah masuk masa panen sampai Juni nanti,” ujarnya.

Kemudian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kepri juga membantu pengadaan sarana dan prasarana usaha tani.

Juga sedang dilakukan pengembangan cabai kecil seluas 25 Ha oleh 14 kelompok tani, pengembangan cabai besar 25 Ha oleh 19 kelompok tani dan pengembangan bawang merah seluas 20 Ha oleh 8 kelompok pelaksana.

Untuk bidang peternakan, dia menyebut, sampai saat ini tersedia ayam pedaging lebih kurang 451.500 ekor, ayam petelur lebih kurang 191.100 ekor dan ayam ras lebih kurang 16.800 ekor.

“Daging ayam dan telur sudah masuk ke pasaran Bintan, Tanjungpinang dan Batam. Bahan pangan juga masih cukup dan harga masih terjangkau,” pungkasnya. (met)